Lonjakan Kasus DBD di Tulungagung: Empat Anak Meninggal, Warga Diminta Waspada

Bagikan :
Lonjakan Kasus DBD di Tulungagung: Empat Anak Meninggal, Warga Diminta Waspada
Lonjakan Kasus DBD di Tulungagung: Empat Anak Meninggal, Warga Diminta Waspada. (Ilustrasi Sakit Demam Berdarah: Pixabay/Vika_Glitter)

Kabarjawa – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi ancaman serius bagi warga Tulungagung. Dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir, tercatat sebanyak 198 kasus DBD, dengan empat korban meninggal dunia.

Para korban terdiri dari tiga anak dan satu balita, yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Pakel, Sumbergempol, dan Kedungwaru.

Kasus terbaru yang menambah daftar korban jiwa adalah seorang siswi kelas 5 di SDN 2 Ketanon, Kedungwaru. Kondisi ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Tulungagung, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap penyakit ini.

Lonjakan Kasus Dibanding Tahun-Tahun Sebelumnya

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka kematian akibat DBD di Tulungagung mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023, tercatat 206 kasus dengan tiga korban meninggal dunia.

Sementara itu, pada tahun 2024, kasus melonjak drastis menjadi 1.440 dengan 17 kematian. Memasuki awal tahun 2025, hanya dalam dua bulan pertama, telah ada 198 kasus dengan empat korban meninggal dunia.

Jika tren ini terus berlanjut, angka kematian akibat DBD berpotensi meningkat lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan pencegahan yang lebih efektif.

Baca juga  Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Surabaya, Mulai Februari 2025: Akses Lebih Mudah untuk Warga Kota

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan DBD

Dinas Kesehatan Tulungagung terus berupaya mengendalikan penyebaran DBD melalui berbagai langkah strategis. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengidentifikasi sumber penularan.

Dari hasil PE di sekolah dan tempat tinggal korban di Ketanon, ditemukan adanya jentik nyamuk sebagai sumber penularan, sehingga dilakukan fogging atau pengasapan di area tersebut.

Namun, fogging bukanlah solusi utama dalam mengatasi DBD. Metode paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M, yaitu menutup, menguras, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, penggunaan anti nyamuk juga sangat disarankan untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama DBD.

Peran Masyarakat dalam Menekan Kasus DBD

Mengingat peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat DBD, Dinas Kesehatan Tulungagung mengajak masyarakat untuk aktif dalam upaya pencegahan. Para pemangku kebijakan di tingkat desa diminta untuk menggerakkan warga dalam melaksanakan PSN massal.

Baca juga  Long Weekend Seru dengan Makan Enak dan Jalan-Jalan ke Seribu Batu Songgo Langit Jogja

Langkah ini didukung oleh surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Sekda Tulungagung.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa gerakan PSN massal terbukti efektif dalam menekan penyebaran DBD. Sebelum Lebaran tahun lalu, PSN massal berhasil menurunkan kasus DBD hingga 75 persen.

Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan maksimal.

Kasus DBD di Tulungagung masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak. Lonjakan kasus dan angka kematian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat.

Fogging memang menjadi langkah darurat, tetapi pemberantasan sarang nyamuk melalui PSN dan gerakan 3M tetap menjadi metode paling efektif.

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari berkembangnya jentik nyamuk.

Dengan kerja sama antara pemerintah, pemangku kebijakan, dan warga, diharapkan kasus DBD di Tulungagung dapat ditekan secara signifikan.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya