
Kabarjawa – Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, Kota Batu masih menghadapi permasalahan serius dalam dunia pendidikan, yaitu kurangnya tenaga pendidik.
Kekurangan guru ini terjadi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan kondisi paling parah di jenjang SMP.
Kurangnya tenaga pengajar berdampak pada kualitas pembelajaran, sehingga perlu segera ditemukan solusi efektif.
Kekurangan Guru di Kota Batu
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Batu, jumlah kekurangan guru di SD mencapai 16 orang, khususnya untuk mata pelajaran agama.
Sementara itu, kekurangan guru di tingkat SMP jauh lebih besar, mencapai 47 tenaga pendidik untuk berbagai mata pelajaran. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di Kota Batu.
Salah satu penyebab utama kekurangan guru ini adalah ditiadakannya formasi guru dalam perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2024.
Kebijakan tersebut menyebabkan tidak adanya rekrutmen tenaga pendidik baru, sehingga kebutuhan guru tidak terpenuhi secara optimal.
Solusi Sementara: Guru Merangkap Tugas di Sekolah Lain
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Kota Batu mengandalkan solusi sementara dengan memberikan tugas tambahan kepada guru yang ada.
Guru yang bertugas di satu sekolah diperbolehkan mengajar di sekolah lain guna memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
Selain membantu sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, kebijakan ini juga menguntungkan para guru. Dengan tambahan jam mengajar, mereka dapat memenuhi syarat minimal 24 jam per minggu untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, dengan batas maksimal 40 jam per minggu.
Kota Batu masih menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan akibat kurangnya tenaga pengajar, terutama di tingkat SMP.
Kebijakan yang meniadakan formasi guru PPPK pada tahun 2024 menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi ini. Meskipun langkah sementara dengan merangkap tugas di sekolah lain dapat membantu mengatasi permasalahan ini, solusi jangka panjang tetap diperlukan.
Pemerintah dan pihak terkait harus mencari langkah strategis guna menstabilkan kebutuhan tenaga pendidik demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Batu.(Kabarjawa)