Kontroversi Tarif Penyeberangan Tali di Petungkriyono, Polisi Turun Tangan

Bagikan :
Kontroversi Tarif Penyeberangan Tali di Petungkriyono, Polisi Turun Tangan
Kontroversi Tarif Penyeberangan Tali di Petungkriyono, Polisi Turun Tangan.(Gambar: Pixabay/wbwishbest)

Kabarjawa – Penyeberangan sepeda motor menggunakan tali di atas Sungai Welo, Dukuh Tembelan, Petungkriyono, mendadak viral setelah dikabarkan mulai berbayar. Fenomena ini menarik perhatian masyarakat dan akhirnya mendorong pihak kepolisian turun tangan untuk mengecek kebenaran informasi terkait kontroversi tarif penyeberangan tali di Sungai Welo.

Sebelumnya, fasilitas ini dipasang oleh warga dan relawan untuk mempermudah akses warga yang terdampak putusnya Jembatan Tembelan akibat banjir.

Awalnya, penggunaan alat tersebut tidak dipungut biaya, namun kemudian muncul kabar bahwa tarif mulai diberlakukan.

Tarif Tinggi dan Keluhan Warga

Viralnya kabar ini berasal dari unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa pengguna penyeberangan dikenakan biaya sebesar Rp30.000 untuk sekali menyeberang dengan sepeda motor, serta Rp5.000 untuk setiap karung barang.

Jika dihitung untuk perjalanan pulang-pergi, warga harus membayar sekitar Rp60.000. Hal ini memicu keluhan, terutama dari warga lokal yang merasa keberatan dengan tarif yang dianggap terlalu tinggi.

Polisi Lakukan Investigasi

Menanggapi kabar tersebut, Kapolsek Petungkriyono, Iptu Eko Widiyanto, segera turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi. Dalam pertemuan dengan relawan dan masyarakat setempat, pihak kepolisian membenarkan adanya tarif yang diberlakukan.

Baca juga  Banjir di Sepanjang Sidoarjo Sebabkan Kemacetan Parah, Perahu Nambangan Berhenti Beroperasi

Namun, tarif tersebut awalnya merupakan kesepakatan bersama antara tim relawan dan warga setempat, yang baru saja diterapkan.

Setelah dilakukan dialog dengan para relawan dan warga, akhirnya disepakati bahwa tidak ada lagi pemasangan tarif dalam penggunaan fasilitas tersebut. Keputusan ini diambil demi kepentingan bersama agar fasilitas ini tetap bisa diakses oleh masyarakat tanpa beban biaya.

Sikap Tegas Pemerintah Desa

Kepala Desa Kayupuring, Cahyono, juga turut angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa awalnya, fasilitas penyeberangan ini dibuat untuk membantu warga tanpa pungutan biaya. Namun, dengan adanya tarif tinggi yang diberlakukan secara sepihak dan viral di media sosial, pihak desa merasa perlu mengambil tindakan tegas.

Sebagai solusi, pemerintah desa akhirnya membubarkan aktivitas relawan yang menarik tarif dan memastikan bahwa fasilitas tersebut bisa digunakan oleh masyarakat tanpa biaya. Kini, masyarakat yang ingin menyeberang dipersilakan menggunakan alat yang tersedia tanpa harus membayar tarif.

Latar Belakang Penyeberangan Tali

Jembatan Tambelan atau yang dikenal sebagai Jembatan Jimat II di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, rusak parah akibat luapan banjir Sungai Welo pada 20 Januari lalu. Akibatnya, warga kesulitan mengakses wilayah lain.

Baca juga  Apa Arti 'Stecu'? Lagu Stecu-stecu dari Faris Adam yang Lagi Viral di TikTok

Lima hari setelah bencana, warga dan relawan memasang katrol gantung untuk membantu mobilitas, terutama dalam pengiriman logistik dan barang. Awalnya, pengguna jasa ini hanya memberikan sumbangan seikhlasnya kepada relawan.

Namun, dengan berkembangnya penggunaan fasilitas ini, muncul praktik pemungutan tarif yang kemudian menjadi sorotan.

Kasus tarif penyeberangan tali di Sungai Welo ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana fasilitas umum yang awalnya dibuat untuk kepentingan bersama bisa berubah menjadi sarana komersial.

Dengan adanya intervensi dari kepolisian dan pemerintah desa, kini fasilitas tersebut kembali bisa digunakan secara gratis oleh masyarakat. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi dan pengawasan agar fasilitas publik tetap berfungsi sesuai tujuan awalnya.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?