
Kabarjawa – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo sejak siang hingga malam menyebabkan beberapa kawasan di Sepanjang terendam banjir. Luapan air Sungai Kalimas memperparah kondisi, membuat aktivitas warga terganggu, dan menimbulkan kemacetan parah di sejumlah titik.
Perahu-perahu nambangan yang biasanya digunakan warga untuk menyeberangi sungai terpaksa berhenti beroperasi, memperburuk situasi lalu lintas.
Banjir Melumpuhkan Arus Lalu Lintas
Kemacetan mulai terjadi sejak Senin (17/3/2025) pukul 06.30 WIB. Kawasan simpang empat Ngelom menjadi salah satu titik terparah, di mana kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, tidak bisa bergerak sama sekali. Arus lalu lintas terhenti hingga kawasan Kedurus, Kletek, dan Geluran.
Situasi ini semakin diperparah oleh minimnya alternatif jalur dan ketidakberoperasian perahu nambangan. Biasanya, perahu tersebut menjadi solusi bagi pengendara motor untuk menyeberang dengan cepat. Namun, banjir membuat perahu-perahu ini tidak berani beroperasi karena arus sungai yang deras.
Dampak Bagi Masyarakat
Banjir dan kemacetan yang terjadi memberikan dampak signifikan bagi aktivitas warga. Banyak pengendara terpaksa mematikan mesin kendaraan mereka dan menunggu arus lalu lintas membaik.
Beberapa warga bahkan memilih memarkir kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki demi menghemat waktu.
Kondisi ini juga sangat dirasakan oleh para pekerja dan orang tua yang harus menjemput anak-anak mereka dari sekolah.
Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit, kini bisa memakan waktu hingga berjam-jam akibat kemacetan yang tidak kunjung terurai.
Upaya Pengaturan Lalu Lintas
Hingga pukul 10.00 WIB, arus lalu lintas di kawasan tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Pengaturan lalu lintas hanya dilakukan oleh beberapa Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) yang berupaya semaksimal mungkin membantu kendaraan bergerak perlahan.
Namun, volume kendaraan yang tinggi serta minimnya jalur alternatif membuat usaha ini belum memberikan hasil yang signifikan.
Selain itu, kemacetan semakin parah karena bertepatan dengan jam operasional truk-truk besar yang melintas di kawasan tersebut, memperlambat laju kendaraan lainnya.
Banjir yang melanda kawasan Sepanjang, Sidoarjo, akibat meluapnya Sungai Kalimas tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas di berbagai titik.
Minimnya solusi transportasi alternatif serta ketidakberoperasian perahu nambangan memperparah situasi. Hingga siang hari, kemacetan masih belum terurai, dan warga hanya bisa berharap cuaca membaik serta air segera surut agar aktivitas dapat kembali normal.(Kabarjawa)