Kolaborasi UAJY dan SMAN 6 Yogyakarta Lahirkan Ide Ruang Hijau untuk Kampung Terban

Bagikan :
Siswa SMAN 6 Yogyakarta bersama mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY berdiskusi dan mempresentasikan konsep desain ruang terbuka hijau dalam program Green Ideas, Better Spaces.
Siswa SMAN 6 Yogyakarta bersama mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY berdiskusi dan mempresentasikan konsep desain ruang terbuka hijau dalam program Green Ideas, Better Spaces.

Yogyakarta, KabarJawa.com – Ruang terbuka hijau tidak selalu bermula dari proyek besar. Di tangan anak-anak muda, gagasan tentang ruang yang lebih nyaman, asri, dan bermanfaat bagi warga dapat lahir dari pengamatan sederhana terhadap lingkungan sekitar.

Semangat itulah yang dibawa dalam program “Green Ideas, Better Spaces: Student Collaboration for Green Open Space”, sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mempertemukan mahasiswa, siswa SMA, akademisi, arsitek, dan pemerintah untuk merancang gagasan ruang terbuka hijau di Kampung Terban, RW 06, Yogyakarta.

Program tersebut digagas oleh Program Studi Arsitektur, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama SMA Negeri 6 Yogyakarta, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPUPKP).

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Green Eco School Assistance yang mendorong siswa untuk tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses membaca persoalan dan menyusun gagasan desain berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam tiga pertemuan di SMA Negeri 6 Yogyakarta, yakni pada tanggal 15, 17, dan 24 Juli 2026. Prosesnya dimulai dari pembekalan, berlanjut pada survei lapangan, kemudian ditutup dengan presentasi rancangan yang dinilai oleh dewan juri internasional.

Baca juga  Rekomendasi Lokasi Trekking Terbaik di Jogja, Wisata Alam dengan Pemandangan Indah

Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Sri Moerni mengatakan kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

“Mereka tidak hanya berhadapan dengan materi di ruang kelas, tetapi juga diajak mengamati lingkungan, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, dan menerjemahkan temuan lapangan ke dalam gagasan desain,” katanya.

Menurut Sri, pengalaman tersebut penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa sekaligus kepedulian terhadap lingkungan di sekitar mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami meyakinkan pada anak-anak bahwa kamu bisa, kamu punya potensi, kamu hebat,” ujar Sri.

Ia menilai pendampingan yang diberikan UAJY menjadi pengalaman yang membanggakan bagi sekolah. Sri juga berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga dan memberikan manfaat bagi lingkungan tempat mereka tinggal.

Peserta mempresentasikan rancangan ruang terbuka hijau dalam rangkaian program Green Ideas, Better Spaces di hadapan dewan juri internasional.
Peserta mempresentasikan rancangan ruang terbuka hijau dalam rangkaian program Green Ideas, Better Spaces di hadapan dewan juri internasional.

Pada tahap awal, peserta mengikuti pertemuan secara daring. Sesi ini menjadi pintu masuk bagi seluruh peserta untuk memahami tujuan kegiatan, alur program, serta metode Knowledge Junction (KJ) yang digunakan sebagai bekal sebelum melakukan survei.

Memasuki tahap kedua, para siswa dan pendamping turun langsung ke Kampung Terban. Mereka melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan dan mengumpulkan berbagai informasi yang kemudian dianalisis melalui lokakarya.

Baca juga  Atma Jaya Hoopsdown #3 Jadi Ruang Pengembangan Minat dan Bakat di Dunia Basket

Menariknya, proses pengolahan data juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI, khususnya untuk membantu mengolah data visual. Hasil analisis tersebut kemudian dikembangkan menjadi konsep desain dan rancangan awal poster.

Tahap terakhir menjadi momen bagi peserta untuk mempresentasikan ide yang telah mereka susun. Dengan format Pecha Kucha, setiap kelompok ditantang menyampaikan gagasannya secara ringkas dan terstruktur.

Presentasi tersebut kemudian dinilai oleh dewan juri internasional yang terdiri atas Prof. Md. Ar. Rafiq Azam dari Bangladesh, Ar. Rebecca Vanessa D.L. Rellosa dari Filipina, Ar. Alan Cheung dari Hong Kong, dan Ar. Zannat Jui dari Bangladesh.

Clara Noviana Devi, mahasiswa semester tiga Program Studi Arsitektur UAJY yang turut mendampingi para siswa mengatakan kegiatan kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama dirinya mengikuti kegiatan berskala besar dengan penilaian langsung dari juri internasional.

“Excited banget karena ini pengalaman pertama ikut event sebesar ini, apalagi jurinya internasional. Menurutku ini opportunity yang sangat luar biasa karena tidak semua teman-teman bisa merasakan hal yang sama,” ujar Clara.

Pengalaman itu menjadi semakin berkesan ketika kelompok yang didampinginya dinobatkan sebagai kelompok terbaik. Clara mengaku sejak awal tidak terlalu memikirkan kemungkinan untuk menang. Fokus tim, menurut dia, lebih diarahkan pada upaya menyelesaikan proses desain dengan sebaik mungkin.

Baca juga  12 Budaya Jawa Timur Direkomendasikan Masuk WBTb Indonesia Termin I 2026, dari Soto Lamongan hingga Boso Walikan Malangan

“Jujur tidak expect bisa sampai dinobatkan sebagai kelompok terbaik. Saat diumumkan jadi pemenang itu bikin speechless, bahkan tadi sempat memproses apakah benar nama kelompok kami yang dipanggil,” tuturnya.

Di balik rangkaian kegiatan tersebut, kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan lingkungan dapat berlangsung melalui pengalaman langsung. Siswa tidak hanya diajak berbicara tentang ruang hijau, tetapi juga belajar memahami kebutuhan ruang, membaca lingkungan, mengolah informasi, bekerja bersama, dan menyampaikan gagasan secara kreatif.

Bagi UAJY, SMA Negeri 6 Yogyakarta, IAI DIY, dan DPUPKP, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang dapat terus dikembangkan. Ruang terbuka hijau bukan hanya persoalan desain, melainkan juga bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih nyaman sekaligus melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan.

Melalui keterlibatan generasi muda, gagasan tentang ruang hijau pun mendapatkan perspektif baru. Ide-ide yang lahir dari pengamatan siswa dan pendampingan para profesional diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan ruang belajar yang semakin dekat dengan persoalan nyata di masyarakat.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya