Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya

Bagikan :
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya(Sumber gambar: ilustrasi: pinterest/Ian Rowland)

Kabarjawa – Kesalahan dalam penulisan aksara Jawa pada gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menjadi perbincangan di media sosial.

Banyak pihak yang menyoroti bagaimana kesalahan tersebut dapat terjadi di institusi pendidikan yang seharusnya memahami tata cara penulisan aksara daerah dengan benar.

Pakar bahasa Jawa, Sucipto Hadi Purnomo, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Menurutnya, jika sejak awal proses penulisan melibatkan guru bahasa Jawa, maka kesalahan semacam ini bisa dihindari.

Sayangnya, tampaknya aksara Jawa masih lebih sering dijadikan hiasan daripada alat komunikasi yang berfungsi sebagaimana mestinya.

Kesalahan Penulisan yang Mencolok

Salah satu kesalahan paling mencolok terletak pada penulisan kata “Provinsi” dalam aksara Jawa. Posisi taling-tarung dan pangkon yang digunakan tidak sesuai dengan aturan penulisan aksara Jawa yang benar.

Dalam kata “pro”, seharusnya taling berada di depan “pa”, sedangkan tarung ditempatkan setelah aksara tersebut.

Namun, dalam tulisan yang dipasang di gedung Disdikbud, taling-tarung justru diletakkan setelah aksara, membuatnya sulit dibaca.

Selain itu, kesalahan juga terlihat pada penggunaan pangkon yang diletakkan di tengah kata. Seharusnya, pangkon hanya digunakan di akhir kata, bukan di tengah.

Baca juga  Prediksi Inter Vs AC Milan, Semifinal Coppa Italia 2025: Line Up, Skor, Live TV GRATIS

Kesalahan mendasar seperti ini menunjukkan bahwa penulisan aksara Jawa belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

Dugaan Penyebab Kesalahan

Sucipto menduga kesalahan ini terjadi karena teks aksara Jawa dibuat secara instan menggunakan aplikasi tanpa memahami kaidah penulisannya.

Seharusnya, aturan dasar dalam penulisan aksara Jawa sudah diajarkan sejak tingkat sekolah dasar, termasuk penggunaan taling-tarung dan pangkon. Namun, dalam kasus ini, kesalahan mendasar justru tetap terjadi.

Ada beberapa kemungkinan penyebab kesalahan ini:

  1. Sumber referensi yang digunakan hanya berasal dari aplikasi atau Google Translate tanpa verifikasi lebih lanjut.
  2. Kesalahan dari pihak pemasang tulisan yang tidak memahami aturan aksara Jawa.
  3. Kurangnya pengawasan dari supervisor yang seharusnya memastikan kebenaran penulisan sebelum pemasangan.

Evaluasi dan Langkah Perbaikan dari Disdikbud Jateng

Setelah kesalahan ini viral, pihak Disdikbud Jateng segera mengambil tindakan dengan mencopot tulisan aksara Jawa yang salah.

Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah, meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji untuk melakukan perbaikan dengan melibatkan ahli bahasa Jawa dalam prosesnya.

Baca juga  Jadwal & Lokasi Rawan Tilang di Solo: Ada Operasi Patuh Mulai Hari Ini, Ada di Mana Saja?

Tulisan aksara Jawa tersebut diketahui telah terpasang sejak tahun 2022. Menurut Uswatun, kesalahan ini terjadi karena faktor human error dan kurangnya verifikasi dari ahli sebelum pemasangan dilakukan.

Ke depan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan bahwa tulisan aksara Jawa di berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah, museum, dan taman budaya, sesuai dengan kaidah yang benar.

Kasus kesalahan penulisan aksara Jawa di gedung Disdikbud Jateng menjadi pengingat bahwa aksara daerah bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dengan baik.

Kesalahan seperti ini seharusnya bisa dicegah dengan melibatkan tenaga ahli sejak awal dan melakukan verifikasi sebelum pemasangan dilakukan.

Evaluasi yang dilakukan oleh Disdikbud Jateng diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa aksara Jawa digunakan dengan benar dan dihargai sebagai alat komunikasi, bukan sekadar ornamen.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?