
KABAR JAWA – Jika Anda pernah mendengar istilah “Kota Susu” dan penasaran daerah mana yang dimaksud, maka jawabannya adalah Boyolali, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.
Julukan ini bukan sekadar sebutan tanpa makna, tetapi mencerminkan identitas dan potensi nyata dari daerah ini.
Tanpa berlama-lama, mari kita telusuri lebih dalam alasan mengapa Boyolali begitu lekat dengan julukan tersebut.
Sentra Penghasil Susu Sapi Terbesar di Jawa Tengah
Boyolali dikenal luas sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap produksi susu sapi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Boyolali, diketahui bahwa bahwa wilayah ini termasuk sentra penghasil susu sapi segar.
Tak hanya memproduksi susu murni, Boyolali juga mengembangkan berbagai produk turunan dari susu tersebut.
Beragam olahan seperti yoghurt, keju, es krim, sabun susu, hingga produk kecantikan dan aneka barang kreatif lainnya lahir dari kreativitas masyarakat Boyolali yang memanfaatkan potensi lokal dengan optimal.
Sementara itu, mengenai produk susunya, bahkan, tak tanggung-tanggung, setiap harinya Boyolali mampu menghasilkan sekitar lebih dari 80.000 liter susu segar
Disebut Sebagai “New Zealand van Java”
Kemampuan Boyolali dalam menghasilkan susu dan mengelola peternakan sapi perah juga membuat banyak orang menjulukinya sebagai “New Zealand van Java”.
Julukan ini merujuk pada negara Selandia Baru yang memang terkenal sebagai penghasil susu dan daging sapi berkualitas tinggi.
Bagi Indonesia, Boyolali memainkan peran serupa di tingkat lokal, baik dari sisi jumlah produksi maupun inovasi pengembangan produk.
Ikon Unik: Gedung Lembu Sora
Tak hanya dikenal lewat produksi susu sapinya, Boyolali juga memiliki ikon arsitektur menarik yang memperkuat identitas sebagai Kota Susu, yaitu Gedung Lembu Sora.
Gedung ini memiliki bentuk seperti seekor sapi yang sedang duduk atau “ndekem” dalam istilah Jawa, sehingga masyarakat sering menjulukinya sebagai “Gedung Sapi Ndekem”.
Gedung Lembu Sora bukanlah sekadar patung besar biasa, melainkan juga difungsikan sebagai tempat pertemuan berbagai kegiatan.
Karena desainnya yang unik, gedung ini sering dijadikan spot foto oleh warga dan wisatawan yang berkunjung ke Boyolali.
Lokasinya pun kini telah menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di kabupaten ini.
Kota Susu yang Berdaya Saing dan Berbudaya
Jadi kesimpulannya, alasan Boyolali dijuluki Kota Susu karena di sana banyak produksi susu sapi.
Dan di sini ada pula Gedung Lembu Sora yang berbentuk seperti sapi sedang duduk.
Gedung tersebut kini sering dijadikan objek foto-foto oleh masyarakat sekitar hingga wisatawan.***