
KabarJawa.com – Kemunculan cahaya terang menyerupai bola api dengan ekor panjang di langit Gunungkidul menggegerkan warga pada Minggu, 14 Juni 2026 malam.
Fenomena tersebut terlihat meluncur dari arah utara menuju selatan Kota Wonosari dan memunculkan berbagai tafsir di tengah masyarakat, termasuk dikaitkan dengan datangnya Bulan Suro.
Salah seorang warga Kapanewon Semanu, Riyanti, mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut sekitar pukul 19.30 WIB saat masih berada di kawasan Kota Wonosari.
Menurut dia, benda bercahaya itu tampak seperti bola api yang bergerak cepat di langit malam dengan jejak cahaya memanjang di belakangnya.
“Saya melihat cahaya seperti bola api meluncur di langit. Arahnya ke selatan Kota Wonosari. Saya sempat memperhatikan beberapa saat karena cahayanya cukup terang dan berbeda dengan cahaya biasa,” ujarnya.
Riyanti mengatakan benda bercahaya tersebut terus bergerak hingga akhirnya menghilang dari pandangannya.
Dari lokasi tempat ia mengamati, cahaya itu seolah jatuh di wilayah Kalurahan Karangrejek atau kawasan di sekitarnya.
“Saya melihatnya sampai hilang. Sepertinya jatuh di wilayah Karangrejek karena tiba-tiba cahayanya lenyap di daerah itu,” katanya.
Warga Mengaku Khawatir
Peristiwa itu meninggalkan kesan tersendiri bagi Riyanti. Setelah menyaksikan fenomena tersebut, ia memilih segera pulang ke rumah.
Ia mengaku merasa khawatir karena kemunculan cahaya itu terjadi menjelang Bulan Suro yang dalam tradisi masyarakat Jawa kerap dikaitkan dengan berbagai makna dan peristiwa tertentu.
“Saya langsung memutuskan pulang. Entah kenapa rasanya khawatir setelah melihat cahaya itu. Apalagi sekarang sudah mendekati Bulan Suro,” ungkapnya.
Kesaksian serupa disampaikan Sri, warga Kalurahan Siraman. Ia mengaku melihat benda langit yang sama pada waktu hampir bersamaan.
Menurut Sri, cahaya tersebut tampak mencolok di tengah langit malam dan bergerak cepat ke arah selatan Wonosari.
“Bentuknya seperti bola api. Di belakangnya ada ekor cahaya yang cukup panjang. Saya melihat arahnya juga ke selatan Wonosari,” tutur Sri.
Dikaitkan dengan Pulung Gantung
Kemunculan cahaya tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan warga.
Sebagian masyarakat mengaitkannya dengan kepercayaan mengenai pulung gantung yang telah lama dikenal di sejumlah wilayah Gunungkidul.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, pulung gantung digambarkan sebagai cahaya tertentu yang muncul di langit dan dipercaya menjadi pertanda akan adanya peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri di wilayah yang dilintasinya.
Kepercayaan tersebut hidup dan diwariskan secara turun-temurun di sebagian masyarakat Gunungkidul.
Sri berharap fenomena yang dilihatnya bukan merupakan pulung gantung sebagaimana yang diyakini sebagian warga.
“Saya berharap itu bukan pulung gantung. Soalnya masyarakat di sini masih banyak yang percaya kalau ada cahaya seperti itu, nanti akan ada orang gantung diri di daerah tempat cahaya itu jatuh,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti benda apa yang melintas di langit Gunungkidul pada Minggu malam tersebut.
Namun, kemunculan cahaya terang menyerupai bola api itu telah memancing rasa penasaran masyarakat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
Bagi sebagian warga, fenomena tersebut menjadi peristiwa langit yang tidak biasa. Sementara bagi yang lain, kemunculannya menghidupkan kembali berbagai kepercayaan lokal yang masih berkembang di tengah masyarakat.