
KabarJawa.com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi pendidikan di tingkat daerah. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, pada Senin (9/12), secara resmi menerima dua penghargaan bergengsi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi ITS atas komitmen dan kontribusi Dindik Jatim dalam mengakselerasi transformasi digital pendidikan Jatim. Fokus utama apresiasi tersebut adalah inisiatif strategis yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam mempersiapkan talenta digital masa depan, khususnya melalui program kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan tata kelola pendidikan berbasis teknologi data.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, yakni Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi RI, Boni Pudjianto, Ph.D. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat ini menguatkan pengakuan bahwa Jawa Timur dinilai mampu menjadi model rujukan nasional dalam percepatan literasi digital, pemanfaatan AI di lingkungan sekolah, dan penerapan tata kelola pendidikan modern yang memiliki standar akuntabilitas tinggi.
Program 1000 Duta AI: Tonggak Awal Daya Saing Global
Penghargaan pertama yang diterima Dindik Jatim diberikan atas dukungan penuh mereka terhadap Program 1000 Duta AI. Program strategis yang diinisiasi oleh ITS ini bertujuan untuk membekali pelajar Jawa Timur dengan literasi dan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial.
Dalam sambutannya, Rektor ITS menyatakan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur merupakan yang paling progresif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam ekosistem pendidikan. Program 1000 Duta AI dinilai sebagai tonggak awal yang krusial dalam pembentukan ekosistem talenta digital di kalangan pelajar SMA/SMK.
Melalui program ini, siswa dipersiapkan untuk tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi AI dalam proses pembelajaran, peningkatan kreativitas, dan pemecahan masalah. Tujuannya adalah memastikan pelajar Jawa Timur memiliki daya saing yang relevan secara global di masa depan.
Implementasi Senopati Perkuat Transparansi SPMB Jawa Timur
Penghargaan kedua diberikan sebagai pengakuan atas kerja sama Dindik Jatim dalam implementasi platform Senopati pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jawa Timur Tahun 2025.
Penerapan platform Senopati menunjukkan komitmen nyata Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki dan memodernisasi proses administrasi pendidikan. Sistem yang sepenuhnya berbasis data dan automasi ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan seleksi masuk pendidikan berjalan secara transparan, akurat, dan berbasis teknologi.
Dengan dukungan teknis dari ITS, sistem ini mampu secara signifikan mengurangi potensi kesalahan yang diakibatkan oleh proses manual, mempercepat alur verifikasi data pendaftar, sekaligus menghadirkan mekanisme seleksi yang lebih adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Kolaborasi ini kini menjadi model yang dapat direplikasi oleh provinsi lain dalam upaya penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.
Komitmen Aries Agung Paewai Membangun Fondasi SDM Unggul
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi mendalam dan menegaskan komitmen Dindik Jatim untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan ITS dan pihak terkait.
”Penghargaan ini bukan hanya milik Dinas Pendidikan, tetapi juga milik seluruh ekosistem pendidikan di Jawa Timur, termasuk sekolah, guru, dan siswa yang terus bergerak maju,” ujar Aries.
Ia menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan ITS dan dukungan dari Komdigi RI merupakan indikasi bahwa pendidikan di Jawa Timur harus meninggalkan metode konvensional. Dindik Jatim bertekad mempersiapkan pelajar dengan kompetensi digital mutakhir, mencakup pemahaman AI, literasi data, serta kemampuan menggunakan teknologi untuk menghasilkan karya dan solusi inovatif.
Aries Agung Paewai juga menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam layanan pendidikan akan terus diperkuat, meliputi aspek seleksi masuk satuan pendidikan, pengembangan kurikulum digital, pelatihan guru berbasis teknologi, hingga pembentukan komunitas pelajar inovatif.
Diharapkan, sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, perguruan tinggi terkemuka, dan pemerintah pusat ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Jawa Timur, yang siap menghadapi tantangan global berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial.***