Viral Kerusuhan Oknum Suporter Laga Persijap vs Persis Solo, Begini Kronologi Lengkapnya

Bagikan :
Ilustrasi kronologi kerusuhan oknum suporter Persijap vs Persis Solo (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video amatir yang memperlihatkan kericuhan dalam pertandingan sepak bola.

Rekaman tersebut memperlihatkan aksi yang diduga melibatkan oknum suporter dalam laga derbi Jateng antara Persijap Jepara melawan Persis Solo yang digelar pada Kamis, 5 Maret 2026 yang lalu.

Video itu merekam momen kerusuhan yang mana kemudian dengan cepat menyebar di berbagai platform digital, salah satunya diunggah dalam Instagram @nusaliga.

Dalam video yang viral itu, tampak sejumlah oknum suporter melakukan tindakan perusakan kursi yang berada di area tribune Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara dalam laga Super League alias Liga 1.

Peristiwa tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet dan pencinta sepak bola Tanah Air. Yang mana, belakangan pihak kepolisian turut buka suara atas insiden tersebut.

Kronologi Kericuhan Persijap Jepara vs Persis Solo

Menanggapi beredarnya video kerusuhan tersebut, pihak berwenang diketahui telah menggelar konferensi pers untuk memberikan penjelasan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto memaparkan kronologi kejadiannya.

Baca juga  Prediksi PSIM Yogyakarta vs Persis Solo: Derby Mataram Liga 1, Siap Tanding 6 Februari 2026

Menurut Hadi, ketegangan bermula dari ejekan antarsuporter yang kemudian berkembang menjadi tindakan provokatif yang memicu keributan di area tribune stadion.

Disebutkan bahwa ketegangan tersebut meningkat hingga akahirnya memicu sejumlah oknum suporter dari kubu tim tamu yang mulai mencabut kursi yang terpasang di beberapa titik tribune stadion.

“Ada gesekan, awalnya dari saling berkata-kata, kemudian mulai menggunakan gerakan-gerakan yang provokatif sampai di beberapa tempat dari Solo ada yang mencabut kursi dan beberapa kursi dilempar ke arah suporter Persijap,” ucap Hadi dalam konferensi pers.

Memasuki menit-menit akhir pertandingan, kondisi di tribune semakin sulit dikendalikan. Koordinator Lapangan (Korlap) dari masing-masing kelompok suporter disebut tidak mampu lagi meredam emosi massa yang terus meningkat.

“Kemudian, menjelang menit-menit akhir situasi semakin tidak terkendali beberapa Korlap sudah tidak bisa mengendalikan, makanya sesaat setelah pertandingan, kami masuk untuk kedua pihak supaya tidak saling ada keributan,” ucap Hadi.

Langkah pengamanan kemudian dilakukan oleh pihak berwenang. Meskipun demikian, sejumlah massa dilaporkan justru berkumpul di jalur keluar stadion

Baca juga  Brown Canyon Semarang, Tempat Wisata Bekas Tambang yang Sekarang Jadi Spot Foto Keren Mirip Grand Canyon

“Setelah itu dari Solo, kita laksanakan penertiban,” ucap Hadi.

“Kemudian, kita amankan dulu di stadion kemudian, kita minta yang dari Jepara untuk segera meninggalkan stadion,” lanjutnya.

“Namun, ternyata mereka tidak langsung membubarkan diri, malah berkumpul-kumpul di sepanjang jalan sampai dengan titik berkumpulnya kendaraan dari Persis Solo,” kata Hadi.

Kerusakan Fasilitas Umum dan Kendaraan

Aksi massa yang terjadi di luar stadion akhirnya berujung pada perusakan sejumlah fasilitas. Kerusakan tidak hanya terjadi di area stadion, tetapi juga di fasilitas umum yang berada di sekitar lokasi.

Kapolres Jepara menjelaskan bahwa beberapa kendaraan dan fasilitas publik mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Dapat kami sampaikan ada beberapa kerusakan yang dialami oleh beberapa pihak, mulai dari kerusakan kendaraan karena massa, kemudian beberapa fasilitas ada yang dicabut, kemudian yang di terminal tadi ada beberapa kursi yang dicabut, kemudian pot bunga serta lain yang dirusak,” papar AKBP Hadi Kristanto.

Meski sempat memanas, aparat keamanan akhirnya berhasil mengendalikan situasinya.

Baca juga  Jadwal Samsat Keliling Kebumen Hari ini: Cek Lokasi dan Promo Diskon Pajak Kendaraan

“Makanya kami segera melaksanakan klarifikasi dan konfirmasi bersama dengan rekan-rekan Forkopimda bahwa Insyaallah sampai dengan sekarang situasi aman kondusif. Untuk rekan-rekan dari Jepara sudah membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing, yang dari Solo sudah kami kawal untuk kembali ke tempat masing-masing,” ucap Hadi.

Selain memastikan situasi keamanan telah kembali kondusif, pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang terdampak kerusakan maupun korban dari insiden tersebut untuk segera melapor.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya