Mahamenteri Keraton Solo Berpotensi Absen dari Jumenengan PB XIV: Suksesi Keraton Masih Menyisakan Polemik

Bagikan :
Mahamenteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan dan juru bicaranya, Kangjeng Pakoenegoro (Foto: Dok. Facebook, Panembahan Pakoenegoro)

KabarJawa.com – Polemik suksesi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menjadi sorotan setelah Mahamenteri Keraton Solo, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, menyampaikan bahwa dirinya kemungkinan tidak dapat menghadiri prosesi Jumenengan putra mahkota Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro sebagai Pakubuwono (PB) XIV.

Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 15 November 2025 di Keraton Solo, namun Tedjowulan mengaku memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Menurut keterangannya pada Kamis, (13/11), ia akan menghadiri sebuah acara di Hongkong pada waktu yang sama.

Kondisi ini membuatnya tidak bisa memastikan kehadiran dalam upacara penobatan yang digelar di Keraton Solo.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya berharap agar pergantian pemimpin Keraton Solo dilakukan paling tidak 40 hari setelah wafatnya Pakubuwono XIII.

Jika para kerabat masih belum sepakat dan belum rukun, prosesi menurutnya bisa dilaksanakan setelah 100 hari masa berkabung.

“Saya ada undangan ke Hongkong saya, kemungkinan enggak (tidak hadir), ke luar negeri saya,” katanya.

Tedjowulan menilai bahwa Hajad Dalem Jumenengan semestinya dilaksanakan sesuai ketentuan agama, adat, serta aturan formal dari pemerintah.

Baca juga  Update UMK 2026: Hitung-hitungan Jika Jawa Tengah Naik 8,5 Persen

Ke depan, ia juga berencana mengundang seluruh pihak yang berkepentingan dalam suksesi ini, terutama mereka yang saat ini memiliki perbedaan pandangan.

Ia juga menegaskan bahwa Mahamenteri tidak berada di pihak mana pun dan ingin menjaga netralitasnya.

Siapa Raja Solo Sekarang?

Sementara, Juru Bicara Mahamenteri Keraton Solo, Kangjeng Pakoenegoro, turut memberikan penjelasan mengenai kondisi internal keraton.

Ia menyebut bahwa pada hari Kamis, (13/11), sejumlah kerabat berkumpul di Keraton Solo untuk membahas soal suksesi.

Namun dalam pertemuan itu, muncul pengukuhan KGPH Hangabehi sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Narendra kaping tujuh, sebuah hal yang membuat Tedjowulan terkejut karena dirinya dimintai menjadi saksi.

Meski demikian, Pakoenegoro menegaskan bahwa baik Gusti Purbaya maupun KGPH Hangabehi belum dapat dianggap sah sebagai Pakubuwono XIV.

Menurutnya, belum ada penobatan resmi yang dilakukan sesuai adat dan aturan kerajaan, sehingga penetapan yang dilakukan masing masing pihak masih sebatas deklarasi sepihak.

“Perlu kami tegaskan bahwa sampai saat ini belum ada dari pihak mana pun yang sah sebagai Pakubuwono XIV karena belum ada penobatan. Masing-masing merupakan self declare yang perlu diproses,” katanya.

Baca juga  Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Sekitarnya pada 19 Januari 2025: Berawan dan Hujan Ringan

Ia menjelaskan bahwa proses menuju penobatan raja tidak hanya soal pengukuhan, tetapi juga tahapan pembelajaran.

“Panembahan Agung (Tedjowulan) pengennya kedua beliau tersebut belajar dahulu karena ada sebuah tahapan yang perlu dilewati,” ujarnya.

“Setelah proses pembelajaran itu berlangsung, baru kemudian tahap-tahap berikutnya adalah rembuk keluarga, siapa diantara beliau berdua yang di musyawarah disepakati sebagai Pakubuwono XIV dan kemudian diadakan Jumenengan atau penobatan,” lanjutnya.

Dualisme Suksesi yang Semakin Terlihat

Intrik mengenai siapa yang berhak menyandang gelar Pakubuwono XIV semakin tampak ketika dua putra almarhum Pakubuwono XIII dikukuhkan oleh kelompok yang berbeda.

KGPH Hangabehi, putra tertua, telah dikukuhkan sebagai PB XIV oleh sebagian kerabat Keraton Solo melalui rembuk yang difasilitasi Mahamenteri Tedjowulan.

Di sisi lain, kubu pendukung Gusti Purbaya tengah mempersiapkan prosesi Jumenengan Dalem untuk penobatannya pada akhir pekan yang sama.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan GKR Timoer Rumbay yang memastikan bahwa upacara untuk Gusti Purbaya akan tetap berlangsung.

Situasi tersebut kemudian memunculkan isu terkait dualisme kepemimpinan di Keraton Surakarta yang mana ini bukan merupakan hal baru dalam lingkungan keraton.

Baca juga  Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Tol Batang-Semarang: Tiga Penumpang Luka, Lalu Lintas Kembali Normal

Yang jelas, saat ini status soal siapa yang sebenarnya menjadi Raja Surakarta, Pakubuwono XIV masih menggantung dan terus menjadi pembahasan hangat di kalangan publik.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid