
KabarJawa.com – Setiap bulan Ramadhan, ada salah satu tradisi yang sering ada di Kota Solo yaitu pembagian takjil gratis menjelang waktu berbuka puasa.
Fenomena yang populer dengan sebutan “War Takjil” di kalangan anak muda ini bukan sekadar tren, melainkan cerminan kuatnya budaya gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Bengawan.
Tak hanya membagikan air minum dan kurma sebagai pembatal puasa, sejumlah titik di Solo bahkan rutin menyediakan makanan berat dalam jumlah besar.
Beberapa lokasi dikenal konsisten setiap tahun, dengan kapasitas pembagian mencapai ribuan porsi per hari.
Untuk itu, berdasarkan pola pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, berikut KabarJawa.com sajikan informasi mengenai beberapa lokasi yang dikenal sebagai pusat pembagian takjil dan menu berbuka puasa gratis di Solo.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Sejak diresmikan sebagai masjid hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab, Masjid Raya Sheikh Zayed langsung menjadi magnet utama kegiatan Ramadhan di Solo. Skala pembagian takjil di lokasi ini disebut sebagai yang terbesar di kota.
Setiap hari selama Ramadhan, kapasitas pembagian takjil mencapai belasan ribu porsi. Menu yang disediakan berupa paket nasi lengkap dengan lauk daging atau ayam, disertai kurma dan air minum.
Antusiasme warga sangat tinggi. Karena itu, pengunjung disarankan sudah berada di lokasi sebelum pukul 16.00 WIB agar tidak kehabisan porsi.
Masjid Darussalam Jayengan
Bagi pencinta kuliner tradisional, Masjid Darussalam di Jayengan memiliki daya tarik tersendiri. Tradisi berbagi di masjid ini telah berlangsung sejak tahun 1985 dan tetap konsisten hingga sekarang.
Menu khas yang dibagikan adalah Bubur Samin, hidangan gurih kaya rempah khas Banjar, Kalimantan Selatan. Setiap hari selama bulan puasa, pengurus masjid membagikan sekitar 1.100 porsi Bubur Samin secara gratis kepada jemaah dan warga.
Tradisi panjang ini menjadikan Masjid Darussalam sebagai salah satu titik berburu takjil yang paling dinantikan.
Masjid Agung Surakarta
Berada di kawasan Keraton Surakarta dan Alun-alun Selatan, Masjid Agung Surakarta menyimpan nilai historis tinggi karena dibangun pada masa Sunan Pakubuwono III pada periode 1763 hingga 1768.
Selama Ramadhan, masjid ini menyediakan aneka takjil ringan untuk jemaah dan musafir. Menu yang disajikan umumnya berupa kurma serta minuman manis segar sebagai pembatal puasa. Lokasinya yang strategis membuat masjid ini kerap menjadi persinggahan warga yang beraktivitas di pusat kota.
Masjid Al Wustho Mangkunegaran
Terletak di Jalan Kartini, tepat di sebelah barat kawasan Pura Mangkunegaran, Masjid Al Wustho Mangkunegaran dikenal dengan arsitektur klasiknya yang khas.
Setiap hari selama Ramadhan, ratusan porsi nasi kotak atau nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat. Selain menu utama, tersedia pula takjil manis sebagai pelengkap berbuka. Suasana teduh dan khidmat menjadi nilai tambah bagi warga yang memilih berbuka puasa di lokasi ini.
Masjid Siti Aisyah Manahan
Masjid Siti Aisyah yang populer dengan sebutan “Masjid Kotak” karena desain bangunannya tanpa kubah, berada tidak jauh dari Stadion Manahan. Letaknya yang strategis menjadikannya favorit warga sekitar.
Program buka puasa bersama di masjid ini dikenal konsisten. Menu makanan berat yang disediakan bervariasi dan jumlahnya melimpah, sehingga menjadi pilihan banyak warga Manahan untuk berkumpul menjelang maghrib.
Masjid Fatimah Serengan
Masih berada di wilayah Jayengan, Masjid Fatimah sering dijuluki sebagai “masjid pengantin” karena kerap digunakan untuk prosesi akad nikah.
Selama Ramadhan, masjid ini ikut berpartisipasi dalam pembagian takjil gratis. Menu berbuka yang disediakan berganti setiap hari, umumnya berupa teh hangat dan nasi kotak. Kehadirannya menambah daftar titik berbagi di kawasan Serengan.
Kawasan Alun-alun dan Jalan Protokol Solo
Selain di masjid-masjid besar, aksi sosial pembagian takjil juga marak di pusat keramaian kota. Kawasan Alun-alun, persimpangan lampu merah, hingga sejumlah jalan protokol kerap menjadi lokasi pembagian takjil on the road.
Rombongan pemuda, komunitas motor, organisasi mahasiswa, serta paguyuban masyarakat turun langsung membagikan makanan dan minuman kepada pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kegiatan ini menjadi pemandangan khas Ramadhan di Solo.
Nah, itulah tadi beberapa titik lokasi di Solo yang dikenal kerap dijadikan spot war takjil gratis selama bulan Ramadhan.***