Jadwal dan Rute Kirab Jumenengan Pakubuwono XIV Keraton Surakarta: Lewat Mana Saja?

Bagikan :
Pakubuwono XIV dari kubu Gusti Purbaya akan mengadakan Jumenengan dan kirab, berikut jadwal serta rutenya (TikTok// kraton_solo)

KabarJawa.com – Polemik mengenai suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta kembali memasuki babak penting.

Setelah wafatnya Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, dua kubu yang berbeda memiliki pandangan masing masing terkait siapa yang layak naik tahta sebagai Pakubuwono XIV.

Situasi ini semakin menyita perhatian publik ketika kubu pendukung Gusti Purbaya memastikan bahwa prosesi Jumenengan atau penobatan raja tetap akan digelar pada akhir pekan ini.

Keputusan tersebut sekaligus menandai bahwa rangkaian acara tersebut akan tetap berjalan meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara para kerabat keraton.

Beberapa perwakilan dari pihak Gusti Purbaya telah mengumumkan jadwal lengkap prosesi Jumenengan beserta rute perjalanan kirabnya.

Pengumuman ini juga menjadi sinyal bahwa mereka siap melangkah maju dalam menyelenggarakan upacara yang dianggap sakral dan bersejarah bagi Keraton Surakarta.

Jadwal dan Lokasi Jumenengan

Berdasarkan pengumuman di TikTok @kraton_solo, rangkaian utama prosesi penobatan dijadwalkan pada:

  • Hari Sabtu Legi, 15 November 2025
  • Waktu: 10.00 WIB – selesai
  • Lokasi: Kagungan Dalem Sitihinggil, sebuah area penting di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Baca juga  Progres Tol Yogyakarta-Bawen: Penghubung Joglosemar dan Pendorong Ekonomi Baru

Rute Kirab Jumenengan Pakubuwono XIV Gusti Purbaya

Sebagai bagian dari rangkaian penobatan, kirab akan digelar dengan rute yang telah ditentukan. Rombongan akan memulai perjalanan dari Kagungan Dalem Pagelaran, kemudian bergerak menuju utara melintasi Alun alun Utara.

Perjalanan dilanjutkan ke arah utara melalui Jalan Pakoe Boewono, lalu tetap ke arah utara hingga memasuki Jalan Jenderal Sudirman.

Setelah itu, rombongan akan berbelok ke timur melewati Jalan Mayor Kusmanto, sebelum bergerak ke selatan melalui Jalan Kapten Mulyadi.

Selanjutnya iring iringan akan menuju ke barat melalui Jalan Veteran, kemudian kembali mengarah ke utara melalui Jalan Yos Sudarso.

Rute kirab lalu berlanjut ke timur memasuki Jalan Brigjend Slamet Riyadi, kembali mengarah ke selatan melalui Jalan Pakoe Boewono, dan akhirnya rombongan akan kembali menuju Kagungan Dalem Pagelaran sebagai titik akhir perjalanan.

Rute panjang ini bukan hanya menjadi simbol perjalanan prosesi kerajaan, tetapi juga memberi kesempatan masyarakat untuk ikut menyaksikan momentum penting dalam sejarah Keraton Surakarta. Adapun acara kirab ini rencananya akan dimulai pukul 12.00 WIB.

Baca juga  Rasanya Gurih dan Dagingnya Empuk, Nasi Gandul Jadi Salah Satu Makanan Tradisional Jawa Tengah yang Wajib Dicoba

Dualisme Penetapan Pakubuwono XIV

Hingga menjelang prosesi berlangsung, dualisme kepemimpinan masih terus ramai jadi sorotan publik.

Dua putra dari almarhum Pakubuwono XIII, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Harya Hangabehi dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya, masing masing telah dikukuhkan sebagai Pakubuwono XIV oleh pihak yang berbeda.

Terbaru, beberapa kerabat Keraton Solo sebelumnya mengadakan rembuk yang difasilitasi oleh Maha Menteri Keraton Solo, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, dan hasilnya mereka mengukuhkan KGPH Hangabehi, putra tertua almarhum, sebagai PB XIV pada Kamis, 13 November 2025 lalu.

Namun pada waktu yang sama, kelompok kerabat lain justru tengah mempersiapkan Jumenengan Dalem untuk Gusti Purbaya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Kepastian mengenai penyelenggaraan prosesi tersebut juga telah disampaikan oleh GKR Timoer Rumbay di hari yang sama KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Pakubwuono.

Hal itulah yang kemudian membuat isu mengenai dualisme suksesi di Keraton Surakarta kini ramai menjadi obrolan masyarakat luas.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid