
KabarJawa.com – Baru-baru ini, kabar duka menyelimuti dunia pendakian Indonesia. Syafiq Ridhan Ali Razani, seorang pendaki muda berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku kelas XII SMAN 5 Kota Magelang, ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Penemuan jenazahnya mengakhiri masa pencarian panjang selama 17 hari setelah ia dilaporkan hilang saat melakukan pendakian dengan sistem Tektok (naik-turun tanpa menginap).
Dan bagi Anda yang belum memahami poin-poin penting mengenai peristiwa ini, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah rangkuman fakta terbaru mengenainya.
Ditemukan setelah Operasi SAR Mandiri
Operasi pencarian Syafiq sebenarnya sempat dinyatakan ditutup secara resmi oleh Tim SAR gabungan pada Rabu (7/1/2026). Tepatnya, setelah upaya pencarian selama 7 hari tak membuahkan hasil. Namun, kemudian dilanjurkan oleh para relawan.
Pencarian mandiri tersebut dimulai Jumat (9/1/2026) dengan menyisir jalur Bambangan, Purbalingga, dan Baturraden, Banyumas.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu, 14 Januari 2026, Syafiq berhasil ditemukan di area lereng puncak sebelah selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.
Dugaan Hipotermia dan Waktu Meninggal
Berdasarkan pemeriksaan awal saat ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 4 hingga 5 hari sebelum tim pencari menemukannya.
Sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat hipotermia. Sebagai informasi, hipotermia adalah kondisi darurat medis saat suhu inti tubuh manusia turun drastis di bawah 35 derajat Celcius.
Di gunung dengan suhu ekstrem dan cuaca tidak menentu, kondisi ini menyebabkan organ vital seperti jantung dan sistem saraf gagal berfungsi, yang berujung pada kematian.
Kendala Medan Ekstrem dan Jurang
Lamanya proses pencarian bukan tanpa alasan. Tim SAR mengungkapkan bahwa lokasi penemuan korban berada di medan yang sangat ekstrem.
Dimana disebutkan bahwa medannya ekstrem, banyak jurang, kemudian vegetasi rapat. Selain itu, kondisi cuaca yang juga tidak menentu, dan bersuhu dingin.
Tim terkait juga mengungkap bahwa segala upaya telah dikerahkan, tetapi memang kondisi geografis membuat timmerekakesulitan mendeteksi keberadaan korban lebih awal.
Dimakamkan
Singkat cerita, beberapa waktu setelah dievakuasi, jenazah Syafiq akhirnya tiba di rumah duka di Magelang pada Kamis, 15 Januari 2026 malam. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat.
Malam itu juga, jenazah langsung disalatkan di masjid dekat rumah duka dan segera dimakamkan.
Keluarga Ikhlas
Meski terpukul, pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian putra tercinta mereka. Pihak keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras tanpa henti dari tim pencari, instansi terkait, pihak swasta, serta seluruh masyarakat Indonesia hingga mancanegara yang telah memberikan dukungan doa selama masa pencarian.
Nah, itulah tadi beberapa poin penting soal insiden pendaki Tektok di Gunung Slamet yang belakangan ini menjadi sorotan publik.***