Kabarjawa – Banjir yang melanda kawasan Kebonagung, Demak, baru-baru ini sempat menutup total jalur utama Semarang-Purwodadi. Akibat tanggul jebol, ruas jalan mengalami kerusakan parah, membuatnya tidak aman untuk dilewati kendaraan. Namun, hari ini jalur tersebut mulai dibuka kembali meskipun dengan sistem buka-tutup untuk memastikan keselamatan pengendara.
Kerusakan Parah Akibat Tanggul Jebol
Kapolsek Kebonagung, AKP Suwondo, menjelaskan bahwa tanggul jebol menyebabkan kerusakan signifikan pada jalan. Salah satu sisi jalan kini tidak memiliki pembatas akibat tergerus air. Kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi kendaraan berat seperti truk.
“Pembatas jalan sudah bergeser terkena air, dan tanah di bawahnya tergerus. Kalau dibiarkan bebas, kendaraan besar berisiko ambrol karena struktur tanahnya tidak stabil,” ujar AKP Suwondo.
Kerusakan pada jalan diperkirakan sepanjang 40 meter, dengan beberapa bagian jalan yang tanahnya sudah larut. Hal ini memaksa pihak berwenang memberlakukan sistem buka-tutup untuk membatasi jumlah kendaraan yang melintas.
Sistem Buka-Tutup Diterapkan Demi Keselamatan
Meski jalur sudah dibuka setelah dua hari penutupan, pembatasan tetap diberlakukan. Beberapa petugas ditempatkan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan pengendara tetap aman.
“Langkah ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan, terutama karena pengamanan jalan sudah tidak ada lagi,” tambah Suwondo.
Dampak Banjir pada Masyarakat
Banjir di Kabupaten Demak berdampak luas, dengan data dari BPBD Demak mencatatkan:
- 1.006 rumah terdampak
- 4.024 jiwa terimbas
- 1 balai desa rusak
- 5 sekolah terdampak
- 540 hektare lahan pertanian terendam
- 15 tempat ibadah dan 79 usaha peternakan terganggu
Tiga desa yang terdampak langsung adalah Desa Tlogoweru, Desa Bogosari, dan Desa Kebonagung di Kecamatan Kebonagung. Tanggul jebol yang menjadi sumber masalah ini terletak dekat jalur Semarang-Purwodadi, menyebabkan penutupan jalan selama beberapa hari.
Pembukaan kembali jalur Semarang-Purwodadi membawa angin segar bagi pengendara dan masyarakat sekitar. Namun, sistem buka-tutup yang diterapkan menunjukkan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan hingga perbaikan jalan selesai dilakukan. Banjir yang melanda Demak juga menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan infrastruktur untuk mencegah dampak yang lebih luas di masa mendatang.(Kabarjawa)