
Kabarjawa – Mudik Tanpa Hambatan! Pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot demi meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan, terutama di wilayah strategis seperti Lamongan.
Salah satu proyek yang hampir selesai adalah Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 92 persen, proyek ini diharapkan bisa difungsikan sebelum musim mudik Lebaran 2025.
Kehadiran JLU ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di jalur utama.
Progres Pembangunan JLU Lamongan
JLU Lamongan merupakan proyek penting yang membentang sepanjang 7,15 kilometer, menghubungkan Desa Rejosari di Kecamatan Deket hingga Desa Plosowahyu di Kecamatan Lamongan.
Jalan ini terbagi dalam dua seksi, yakni seksi 1 di bagian timur dan seksi 2 di bagian barat. Saat ini, proses pengerjaan yang tersisa hanya tinggal beberapa tahap akhir sebelum bisa difungsikan sepenuhnya.
Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Erwin Sulistya, menyampaikan bahwa pengerjaan JLU diupayakan bisa selesai sebelum Lebaran sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Dengan begitu, jalur ini dapat membantu mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalur nasional, khususnya di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Panglima Sudirman.
Manfaat dan Fasilitas yang Akan Dihadirkan
JLU tidak hanya sekadar jalur alternatif, tetapi juga dirancang sebagai koridor dengan potensi ekonomi yang besar. Beberapa fasilitas publik yang akan tersedia di sepanjang JLU antara lain:
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
- Rest area untuk para pengendara
- Sentra kuliner yang akan mendukung pelaku usaha lokal
- Area parkir khusus untuk kendaraan besar
Ke depannya, kawasan sekitar JLU juga diproyeksikan menjadi area komersial, pergudangan, serta perumahan yang ramah lingkungan.
Dengan adanya fasilitas ini, JLU tidak hanya berfungsi sebagai jalan penghubung, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Lamongan.
Dukungan Pemerintah dalam Realisasi Proyek
Pembangunan JLU sudah lama direncanakan sejak era kepemimpinan Bupati Masfuk dan akhirnya direalisasikan pada masa pemerintahan Bupati Yuhronur Efendi.
Meski proyek ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat, Pemkab Lamongan turut berkontribusi dalam pembebasan lahan dengan anggaran mencapai Rp 50 miliar.
Dukungan penuh dari berbagai pihak menunjukkan betapa pentingnya keberadaan JLU bagi perkembangan infrastruktur dan ekonomi daerah.
Diharapkan, proyek ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.
Dengan progres yang hampir rampung, Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan dapat beroperasi sebelum arus mudik Lebaran 2025.
Selain berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, JLU juga dipersiapkan sebagai pusat ekonomi baru dengan berbagai fasilitas pendukung.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur di Lamongan, sekaligus meningkatkan kualitas transportasi dan perekonomian di wilayah tersebut.(Kabarjawa)