
Kabarjawa – Jalan berlubang di Jembatan Arteri Porong, Sidoarjo, semakin memperparah kondisi lalu lintas di wilayah tersebut.
Lubang-lubang yang menganga di beberapa titik memaksa para pengendara untuk memperlambat laju kendaraan, terutama bagi truk dan kendaraan berat lainnya.
Hingga kini, belum ada tindakan perbaikan signifikan dari pihak terkait, meskipun kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.
Kerusakan Jalan Sebelum dan di Atas Jembatan
Kerusakan jalan ditemukan tidak hanya di atas jembatan, tetapi juga sebelum memasuki jembatan. Lubang-lubang tersebut banyak terjadi di sambungan girder satu dengan girder lainnya, terutama pada jalur dari arah Malang menuju Sidoarjo.
Beberapa lubang memiliki kedalaman antara 15 hingga 20 cm dan lebar sekitar 35 hingga 45 cm, yang tentu berpotensi merusak kendaraan yang melintas.
Dampak Buruk Bagi Pengemudi Truk
Kondisi jalan yang rusak ini sangat membahayakan kendaraan berat seperti truk tronton dan dump truk. Banyak pengemudi mengeluhkan kejadian kerusakan pada kendaraan mereka akibat lubang yang cukup dalam.
Tidak jarang, truk mengalami patah as roda atau gangguan lainnya yang menyebabkan kemacetan panjang.
Beberapa pengemudi truk mengaku harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan ini. Mereka terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan pada kendaraan.
Sayangnya, perlambatan ini juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Harapan Pengemudi dan Dampak Kemacetan
Para pengemudi berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan terhadap jalan berlubang di Jembatan Arteri Porong.
Jika kondisi ini dibiarkan lebih lama, bukan hanya kendaraan yang mengalami kerusakan, tetapi juga risiko kecelakaan dan kemacetan semakin meningkat.
Beberapa kendaraan yang rusak akibat lubang jalan sering kali membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki, sehingga memperparah kemacetan di jalur tersebut.
Kerusakan jalan di Jembatan Arteri Porong Sidoarjo bukan sekadar permasalahan kecil, tetapi sudah menjadi ancaman bagi pengguna jalan, terutama bagi kendaraan besar yang melintasinya setiap hari.
Jika tidak segera ditangani, dampak negatifnya akan semakin luas, termasuk peningkatan risiko kecelakaan dan kemacetan parah.
Oleh karena itu, diperlukan tindakan cepat dari pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan berlubang ini demi keamanan dan kelancaran lalu lintas.(Kabarjawa)