
Kabarjawa – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang terdampak insiden mobil tabrak Kereta Api Kertajaya Tambahan (7017A) rute Surabaya Pasarturi – Pasar Senen.
Kejadian tersebut berlangsung di Lamongan pada Minggu (23/3/2025) malam, menyebabkan gangguan pada beberapa perjalanan kereta api lainnya.
Kronologi Kejadian dan Dampak Insiden
Insiden bermula ketika sebuah mobil menabrak Kereta Api Kertajaya Tambahan, mengakibatkan kerusakan pada lokomotif. Untuk mengatasi situasi ini, PT KAI segera mengganti lokomotif dengan unit pengganti dari Depo Lokomotif Surabaya Pasarturi.
Sayangnya, proses ini memakan waktu, menyebabkan gangguan pada sejumlah perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut.
Selain menghambat perjalanan KA Kertajaya Tambahan, kejadian ini berdampak pada 10 perjalanan kereta api lainnya. Berikut daftar kereta api yang mengalami keterlambatan:
- KA Kertajaya Tambahan: 127 menit
- KA Argo Bromo Anggrek: 99 menit
- KA Blambangan Ekspres: 9 menit
- KA Sembrani Tambahan: 30 menit
- KA Kertajaya: 9 menit
- KA Benteng Cargo: 172 menit
- KA Commuter Line Jenggala: 189 menit
- KA Kertajaya relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi: 30 menit
- KA Limas dan Cargo: 76 menit
- Kenlimas Cargo: 57 menit
Imbauan PT KAI dan Perhatian di Masa Angkutan Lebaran
PT KAI Daop 8 Surabaya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.
Penting untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mendahulukan perjalanan kereta api guna menghindari insiden serupa di masa mendatang.
Terlebih lagi, saat masa Angkutan Lebaran seperti saat ini, frekuensi perjalanan kereta api meningkat karena adanya penambahan KA tambahan.
Selain itu, arus mudik dan balik sering kali membuat pengendara memilih jalan alternatif akibat kemacetan di jalur utama, yang bisa menambah risiko kecelakaan apabila tidak memahami kondisi jalan yang dilalui.
Insiden yang melibatkan mobil dan KA Kertajaya Tambahan di Lamongan memberikan dampak signifikan pada jadwal perjalanan kereta api lainnya.
PT KAI berupaya meminimalkan gangguan dengan segera melakukan pergantian lokomotif dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan selama periode mudik, diharapkan seluruh pengguna jalan semakin waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.(Kabarjawa)