Yogyakarta, Kabarjawa – Gerardus Permanaditya akhirnya memberikan klarifikasi setelah video dirinya yang melontarkan candaan soal “hilang ingatan 70 persen” viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, Gerardus menyatakan tidak bermaksud menyinggung atau mengolok-olok korban maupun program pemerintah.
Gerardus juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul. Ia menjelaskan video tersebut awalnya hanya dibuat untuk story WhatsApp ketika dirinya sedang menyantap chicken katsu yang merupakan masakan dari hari sebelumnya. Klarifikasi Gerardus tersebut dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo.
Gerardus Jelaskan Awal Mula Video Viral
Dalam video klarifikasinya, Gerardus menjelaskan bahwa video tersebut dibuat pada Jumat ketika ia sedang makan chicken katsu yang dimasak sehari sebelumnya. Ia mengatakan awalnya hanya ingin bersenang-senang karena makanan tersebut menurutnya masih enak. Saat itu, ia juga melontarkan ucapan soal kehilangan ingatan 70 persen.
“Jadi untuk kronologinya itu adalah di hari Jumat kemarin saya itu bikin story makan katsu yang di mana katsu itu masakan dari hari sebelumnya. Saya cuma have fun aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak. Dan saya bilang saya juga kehilangan ingatan saya tujuh puluh persen,” kata Gerardus.
Menurut Gerardus, ucapan tersebut tidak dimaksudkan untuk merujuk kepada korban tertentu. Ia juga membantah bahwa pernyataannya berkaitan dengan program pemerintah.
Bantah Singgung Korban Keracunan MBG
Gerardus kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak menyebut nama korban maupun program pemerintah dalam video tersebut. Ia mengatakan angka 70 persen yang disebut dalam video tidak secara khusus merujuk pada kehilangan ingatan akibat program tertentu.
“Saya tidak ada menyinggung salah satu korban mana pun,” ujar Gerardus. Ia menambahkan bahwa dirinya juga tidak pernah menyebut bahwa kehilangan ingatan tersebut disebabkan oleh salah satu program pemerintah. Menurutnya, ia tidak menyebut nama program, korban, maupun pihak tertentu dalam video yang dibuatnya.
Gerardus menilai kaitan antara videonya dengan salah satu korban kejadian luar biasa (KLB) di Karo muncul setelah video tersebut disebarluaskan dan kemudian dikaitkan oleh warganet.
Gerardus Sebut Videonya Direupload Orang sampai Tersebar Luas
Meski membantah memiliki niat menyinggung pihak tertentu, Gerardus tetap menyampaikan permintaan maaf atas video yang kemudian menimbulkan kegaduhan di media sosial. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membuat video tersebut dengan tujuan mencari perhatian atau menjadi viral.
“Sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada pure saya ingin viral ataupun menyinggung salah satu program ataupun menyinggung korban, saya tidak ada niatan menyinggung siapapun,” katanya.
Gerardus menjelaskan bahwa video tersebut pada awalnya hanya diunggah melalui story WhatsApp. Ia mengaku sudah membatasi orang yang dapat melihat unggahan tersebut.
Namun, menurut penjelasannya, video itu kemudian disebarluaskan oleh salah satu orang yang melihatnya melalui close friends. Dari sana, video tersebut terus di-reupload hingga akhirnya menyebar luas di media sosial.
Sebelumnya, video Gerardus menjadi sorotan karena ucapannya tentang chicken katsu yang disebut sebagai masakan hari sebelumnya, kemudian disusul candaan mengenai kehilangan ingatan 70 persen.
Video tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan kasus korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.