
Kabarjawa – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,4 mengguncang wilayah perairan Bantul, DIY, pada Minggu, 2 Maret 2025, pukul 12.00 WIB. Getaran dari gempa ini terasa hingga beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti Trenggalek, Tulungagung, dan Pacitan.
Meskipun gempa ini cukup dirasakan oleh masyarakat, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Detail Gempa Bantul
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengonfirmasi bahwa episenter gempa terletak di laut, sekitar 43 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 22 kilometer.
Berdasarkan analisis, gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di dasar samudera.
Guncangan akibat gempa ini dirasakan di berbagai wilayah, antara lain Bantul, Gunungkidul, Purworejo, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Tulungagung, Pacitan, dan Trenggalek. Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa tidak ada potensi tsunami dari gempa ini.
Kesaksian Warga di Berbagai Daerah
Beberapa warga merasakan getaran gempa dengan cukup jelas. Adam (36), warga Timoho, mengaku merasakan getaran saat sedang duduk. Ia menyebutkan meja di tempatnya tiba-tiba bergetar selama kurang lebih 10 detik.
Di Kabupaten Gunungkidul, Kismaya, seorang warga Paliyan, juga merasakan getaran gempa ketika sedang beristirahat di rumah usai panen padi.
Meskipun sempat terkejut, ia memastikan bahwa gempa hanya berlangsung dalam hitungan detik dan tidak menimbulkan kerusakan pada rumahnya.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mempercayai berita hoaks terkait gempa bumi yang dapat menimbulkan keresahan.
Selain itu, warga disarankan untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, guna mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan.
Gempa bumi dengan magnitudo 4,4 yang terjadi di perairan Bantul pada 2 Maret 2025 ini dirasakan cukup luas hingga beberapa wilayah di Jawa Timur. Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.
BMKG terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.(Kabarjawa)