Gadis 19 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Jombang, Diduga Korban Pembunuhan

Bagikan :
Gadis 19 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Jombang, Diduga Korban Pembunuhan
Ilustrasi Jasad Mengapung. (Gambar: Pixabay/Pexels)

Kabarjawa – Kasus penemuan mayat perempuan di Jombang menghebohkan warga setempat. Seorang gadis berusia 19 tahun ditemukan mengapung di sungai dengan luka-luka mencurigakan.

Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Kepolisian kini tengah berupaya mengungkap kasus ini demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Ditemukan Mengapung di Sungai Jombang

Warga Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di sungai pada Selasa (11/2/2025) pagi.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh warga setempat, yang kemudian melaporkannya ke perangkat desa dan kepolisian.

Setelah dilakukan evakuasi oleh petugas dari Polsek Megaluh dan Polres Jombang, jasad korban dibawa ke RSUD Jombang untuk keperluan otopsi serta identifikasi.

Berdasarkan pemeriksaan fisik dan kecocokan dengan pihak keluarga, korban diketahui bernama PRA (19), warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Kronologi

Menurut keterangan Suwari (64), paman korban, PRA terakhir kali terlihat pada Senin (10/2/2025) sore saat berpamitan kepada ayahnya untuk melakukan transaksi jual beli dengan metode cash on delivery (COD).

Baca juga  Nasi Grombyang, Makanan Khas Pemalang yang Unik dengan Kuah Melimpah dan Daging Kerbau Empuk

Korban meninggalkan rumah sekitar pukul 16.00 WIB dengan pesan dari ayahnya agar tidak pulang terlalu malam. Namun, pada pukul 20.00 WIB, saat pihak keluarga mencoba menghubunginya, ponselnya sudah tidak aktif.

Hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, panggilan sempat tersambung tetapi tidak diangkat. Keluarga mulai khawatir karena korban tidak kunjung pulang.

Kekhawatiran itu berubah menjadi duka mendalam setelah mendapat kabar penemuan jasad korban pada pagi harinya.

Dugaan Kekerasan dan Barang Bukti

Hasil otopsi dari pihak kepolisian menunjukkan adanya luka robek di bagian kepala serta indikasi benturan benda tumpul di perut korban.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyebut bahwa meskipun ada tanda-tanda kekerasan, penyebab utama kematian korban adalah tenggelam.

Barang-barang pribadi milik korban, seperti sepeda motor Honda Vario dan ponselnya, tidak ditemukan di lokasi kejadian. Sementara itu, pakaian yang dikenakan korban serta perhiasan berupa kalung dan cincin berhasil diamankan sebagai barang bukti. Dugaan kuat, kendaraan dan ponsel korban dibawa kabur oleh pelaku.

Baca juga  Kasus Ronald Tannur: Pembunuhan Tragis dan Skandal Suap Hakim yang Mengguncang Indonesia

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa ini. Saat ini, kepolisian masih mengumpulkan bukti tambahan dan keterangan dari saksi.

Kematian tragis PRA masih menjadi misteri yang tengah diselidiki oleh pihak berwenang. Dengan adanya luka-luka yang mencurigakan serta barang pribadi yang hilang, dugaan pembunuhan semakin kuat.

Kepolisian Jombang berkomitmen untuk mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan informasi mencurigakan yang dapat membantu proses penyelidikan.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid