Fakta Sejarah Jumat Agung: 5 Bukti Non-Kristen yang Mengonfirmasi Penyaliban Yesus

Bagikan :
Fakta Sejarah Jumat Agung 5 Bukti Non-Kristen yang Mengonfirmasi Penyaliban Yesus
Fakta Sejarah Jumat Agung 5 Bukti Non-Kristen yang Mengonfirmasi Penyaliban Yesus(Sumber Gamabar : Ilustrai: Pinterest/Dwi Alathas)

Kabarjawa – Bagi umat Kristen, Jumat Agung adalah hari yang sangat penting dan penuh makna. Inilah momen di mana Yesus Kristus, yang diyakini sebagai Putra Allah, mengalami penderitaan, wafat di kayu salib, dan kemudian dikuburkan.

Peristiwa ini menjadi inti dari kabar keselamatan yang membawa pengharapan bagi umat percaya di seluruh dunia.

Namun, tidak sedikit orang di luar iman Kristen yang mempertanyakan atau bahkan menyangkal kebenaran sejarah Jumat Agung.

Mereka menyebutnya sebagai mitos atau kisah legenda. Apakah penyaliban Yesus hanyalah cerita dalam Alkitab? Atau benarkah peristiwa tersebut juga tercatat dalam catatan sejarah lain di luar Kekristenan?

Ternyata, jawabannya mengejutkan. Terdapat beberapa sumber sejarah non-Kristen yang mencatat kematian Yesus.

Bukti-bukti ini berasal dari para ahli sejarah dan filsuf yang hidup dekat dengan zaman kehidupan Yesus, dan mereka bukan bagian dari pengikut-Nya. Mari kita lihat 5 sumber tulisan kuno yang menguatkan bahwa Jumat Agung memang benar-benar terjadi.

1. Catatan Sejarawan Yahudi Kuno

Sejarawan terkenal dari kalangan Yahudi, Flavius Josephus, mencatat bahwa Yesus dihukum mati oleh Pontius Pilatus setelah mendapat tuduhan dari para pemuka agama Yahudi.

Baca juga  Kapan Idul Fitri 2025 Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah? Cek Jadwal Sidang Isbat Berikut Ini

Ia hidup pada abad pertama dan dikenal akan karya sejarahnya yang cukup rinci mengenai peristiwa-peristiwa besar pada masa itu.

2. Kesaksian Sejarawan Romawi

Cornelius Tacitus, seorang sejarawan Romawi yang sangat dihormati, menulis bahwa Kristus, asal mula nama “Kristen”, telah mengalami hukuman berat pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius.

Hukuman tersebut dijatuhkan oleh Pontius Pilatus. Tacitus tidak menulis dari sudut pandang kepercayaan, tetapi murni dari sudut pandang sejarah.

3. Pengakuan Seorang Penulis Yunani

Lucianus dari Samosata, seorang penulis satire asal Yunani, menyatakan bahwa orang Kristen menyembah seorang tokoh yang telah disalibkan.

Meski tulisannya bernada sindiran, ia secara tidak langsung menegaskan keberadaan Yesus dan kematian-Nya melalui penyaliban.

4. Surat Seorang Filsuf Syria

Seorang filsuf bernama Mara Bar-Serapion menulis surat kepada anaknya dan menyebut tentang seorang raja bijak yang dihukum mati oleh bangsa Yahudi.

Ia tidak menyebut nama Yesus secara langsung, namun deskripsinya mengarah kuat pada peristiwa penyaliban.

5. Teks Rabinik Yahudi Kuno

Talmud Yahudi juga memuat referensi singkat mengenai Yesus yang digantung pada malam Paskah. Ini adalah pengakuan tidak langsung tentang kematian-Nya yang terjadi pada waktu yang sangat khas menurut tradisi Yahudi.

Baca juga  Cair Mulai 7 April 2025, Ini Jadwal Lengkap Pencairan TPG Triwulan 1 untuk Guru di Seluruh Indonesia

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penyaliban Yesus bukan hanya keyakinan rohani, tetapi juga peristiwa sejarah yang terdokumentasi.

Bahkan para sejarawan dan pemikir yang bukan pengikut Kristus mencatat kematian-Nya dalam tulisan-tulisan mereka. Ini membuktikan bahwa Jumat Agung bukanlah sekadar kepercayaan, tetapi realitas sejarah yang diakui banyak pihak.

Kini, salib bukan lagi lambang penghukuman, melainkan simbol kasih, pengharapan, dan keselamatan bagi umat manusia.

Jumat Agung menjadi pengingat bahwa kasih yang sejati tidak mengenal batas, dan bahwa sejarah telah mencatat pengorbanan yang menjadi dasar dari iman Kristen.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?