Kabarjawa – Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi melanda wilayah hulu hingga hilir Bengawan Solo. Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan debit air sungai Bengawan Solo yang membelah Kota Bojonegoro tersebut. Saat ini, status Bengawan Solo berada di level siaga 2 atau kuning, yang mengindikasikan tren kenaikan debit air.
Kondisi Terkini Debit Air Bengawan Solo
Berdasarkan data dari Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo pada pukul 06.00 WIB, tinggi muka air di Bendungan Karangnongko, Kecamatan Ngraho, tercatat mencapai 27,72 meter. Sementara itu, papan ukur di Taman Bengawan Solo Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, menunjukkan ketinggian air di level 13,54 meter.
Selain itu, sejumlah anak sungai di beberapa kecamatan yang biasanya mengalir ke Bengawan Solo mengalami stagnasi karena debit air yang tinggi. Kondisi ini memperparah potensi banjir di sekitar bantaran sungai.
Dampak dan Aktivitas Warga
Meskipun debit air meningkat, warga yang tinggal di sekitar bantaran Bengawan Solo masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Beberapa dari mereka tetap menggunakan perahu kayu untuk beraktivitas di sekitar sungai. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi kenaikan air lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan bagi Masyarakat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai. Dengan prediksi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana banjir.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kenaikan debit air Bengawan Solo hingga mencapai level siaga 2 atau kuning. Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkini guna mengantisipasi kemungkinan banjir. Kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam menghadapi situasi ini demi keselamatan bersama.(Kabarjawa)