
KABAR JAWA – Belakangan ini, keputusan PSSI mengganti pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert masih kembali ramai jadi omongan di media sosial (medsos), khususnya para fans Squad Garuda.
Keputusan ini menimbulkan banyak reaksi, terutama setelah Timnas kalah telak 1-5 dari Australia pada Kamis, (20/3) lalu.
Banyak pihak mulai membandingkan perbedaan gaya kepelatihan antara dua sosok tersebut dan dampaknya terhadap performa tim.
Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, rupanya turut angkat bicara kedua sosok itu.
Ia menilai bahwa baik itu Kluivert maupun STY memiliki visi masing-masing.
Gaya Kepelatihan yang Berbeda
Calvin Verdonk menegaskan bahwa baik Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert memiliki visi tersendiri dalam membangun Timnas Indonesia.
Namun, ia memilih untuk tidak membandingkan secara langsung siapa yang lebih baik.
“Dia punya visi sendiri, dan Shin Tae Yong punya visi sendiri,” ujarnya baru-baru ini.
Strategi Shin Tae-yong Vs Patrick Kluivert
Meski Verdonk tidak menjelaskan secara rinci, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa gaya kepelatihan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert memiliki perbedaan yang cukup mencolok.
Shin Tae-yong dikenal dengan pendekatan yang menekankan pressing tinggi serta disiplin dalam bertahan.
Pelatih asal Korea Selatan ini juga sangat mengutamakan kebugaran fisik pemain dan kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang.
Filosofi ini terbukti cukup efektif dalam beberapa tahun terakhir, membawa Timnas Indonesia berkembang pesat di kancah internasional.
Sementara itu, Patrick Kluivert mengusung gaya permainan Total Football yang lebih terbuka.
Hal ini terlihat dalam pertandingan melawan Australia, di mana Timnas Indonesia mencoba untuk menguasai bola dan bermain lebih ofensif.
Sayangnya, strategi ini belum berjalan dengan maksimal karena nampaknya para pemain masih dalam proses adaptasi terhadap sistem baru yang diterapkan oleh sang pelatih barunya.
Pembuktian Kluivert Saat Melawan Bahrain
Setelah hasil kurang memuaskan saat menghadapi Australia, Timnas Indonesia kini bersiap untuk pertandingan berikutnya di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di bawah kepemimpinan Kluivert, Timnas dijadwalkan melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Laga ini bakal menjadi ujian penting bagi Kluivert untuk menunjukkan bahwa pendekatan yang ia terapkan mampu membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi.
Dengan para pemain yang masih beradaptasi, pertandingan melawan Bahrain bisa menjadi indikator sejauh mana efektivitas strategi baru yang diterapkannya.
Peluang Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026
Jadi kesimpulannya, pergantian pelatih selalu membawa tantangan dan ketidakpastian bagi sebuah tim.
Namun, kini diketahui bahwa baik Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert adalah sosok pelatih dengan pengalaman serta filosofinya masing-masing.
Kini, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Kluivert bisa mengoptimalkan strateginya agar Timnas mampu terus berkembang serta mencapai target lolos ke Piala Dunia 2026. Hanya waktu yang bakal menjawabnya.***