Buruh Pabrik Gagal CPNS Karena Tinggi Badan, Kemenkumham Berikan Penjelasan

Bagikan :
Buruh Pabrik Gagal CPNS Karena Tinggi Badan, Kemenkumham Berikan Penjelasan
Buruh Pabrik Gagal CPNS Karena Tinggi Badan, Kemenkumham Berikan Penjelasan. (Ilustrasi alat ukur tinggi badan: MedX)

Kabarjawa – Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kerap menghadirkan berbagai tantangan bagi para pelamar. Salah satu kasus terbaru terjadi di Boyolali, di mana seorang buruh pabrik, Tri Cahyaningsih, harus menerima kenyataan pahit setelah gagal dalam seleksi CPNS akibat tinggi badannya yang kurang 0,5 cm dari persyaratan yang telah ditetapkan.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pun memberikan klarifikasi terkait kebijakan tersebut.

Alasan Tinggi Badan dalam Seleksi CPNS

Kemenkumham menjelaskan bahwa persyaratan tinggi badan diberlakukan khusus untuk posisi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, seperti penjaga tahanan.

Menurut Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Nico Afinta, kriteria tinggi dan berat badan diperlukan untuk memastikan pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.

Sebagai bentuk penyesuaian, Kemenkumham telah menurunkan batas minimal tinggi badan dalam seleksi CPNS. Untuk pria, batas tinggi badan yang semula 165 cm kini menjadi 163 cm, sedangkan untuk wanita diturunkan dari 160 cm menjadi 158 cm.

Namun, meski terjadi perubahan kebijakan, standar ini tetap diberlakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian antara peserta dengan kebutuhan jabatan yang dilamar.

Baca juga  Daftar Manager Koperasi Desa Merah Putih Apakah Tetap Bisa Daftar CPNS 2026? Begini Penjelasannya

Pengukuran Tinggi Badan dan Validasi Hasil

Pengukuran tinggi badan dilakukan saat tes kesehatan di rumah sakit pemerintah yang telah memenuhi kualifikasi untuk menyelenggarakan pemeriksaan medis. Nico menegaskan bahwa proses ini diawasi dengan ketat guna memastikan keabsahan hasil tanpa adanya kecurangan.

Oleh karena itu, setiap peserta harus memenuhi standar yang telah ditentukan agar proses seleksi berjalan adil bagi semua pelamar.

Selain itu, panitia seleksi telah menyediakan masa sanggah bagi peserta yang merasa keberatan dengan hasil seleksi. Dalam periode ini, peserta dapat mengajukan keberatan dan memastikan bahwa data serta nilai yang tercatat sudah sesuai dengan hasil tes yang sebenarnya.

Kasus Tri Cahyaningsih: Skor Tinggi, Gagal karena Tinggi Badan

Kasus Tri Cahyaningsih menjadi perhatian publik setelah dirinya gagal menjadi PNS meskipun meraih skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sayangnya, saat mengikuti tes kesehatan, tinggi badannya kurang 0,5 cm dari batas minimal 158 cm yang telah ditetapkan untuk posisi yang dilamarnya. Hal ini membuatnya tidak lolos dalam tahap seleksi CPNS Kemenkumham.

Baca juga  Syarat dan Jadwal Lengkap Pendaftaran IPDN 2025, Mata Minus Apakah Boleh Daftar?

Tri mengungkapkan bahwa sejak awal, persyaratan tinggi badan memang sudah menjadi ketentuan utama dalam proses seleksi. Meski demikian, kasus ini kembali memunculkan perdebatan tentang relevansi persyaratan fisik dalam penerimaan CPNS di Indonesia.

Seleksi CPNS di Kemenkumham menerapkan standar tertentu untuk memastikan bahwa pegawai yang diterima sesuai dengan kebutuhan jabatan. Persyaratan tinggi badan bagi posisi tertentu, seperti penjaga tahanan, dianggap penting untuk menunjang kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya.

Meskipun telah dilakukan penyesuaian terhadap batas minimal tinggi badan, tetap ada pelamar yang gagal akibat tidak memenuhi persyaratan tersebut, seperti yang dialami Tri Cahyaningsih.

Hal ini menunjukkan bahwa seleksi CPNS harus dipersiapkan dengan baik, tidak hanya dari segi akademik tetapi juga aspek fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya