
Kabarjawa – Boyolali dikepung banjir! Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/3/2025) petang menyebabkan banjir melanda tiga kecamatan.
Beberapa desa terdampak dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan di beberapa lokasi mencapai bawah atap rumah warga.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung bergerak cepat untuk menangani situasi darurat ini.
Tiga Kecamatan Terendam Banjir
Banjir yang terjadi akibat hujan deras ini berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Sambi, Simo, dan Nogosari. Masing-masing kecamatan memiliki desa yang mengalami dampak cukup parah.
- Kecamatan Sambi: Desa Senting dan Jagoan terkena banjir, meskipun di beberapa titik air sudah mulai surut.
- Kecamatan Simo: Desa Pelem menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir.
- Kecamatan Nogosari: Tiga desa, yakni Keyongan, Guli, dan Ketitang, mengalami genangan yang cukup tinggi. Di Desa Ketitang, air bahkan mencapai bawah atap rumah warga.
Evakuasi Warga dan Respons BPBD
Kondisi banjir di Desa Ketitang cukup mengkhawatirkan, dengan ketinggian air yang mencapai batas atap rumah. Akibatnya, dua warga sempat terjebak di tengah banjir.
Beruntung, relawan dan warga setempat segera melakukan evakuasi dan menyelamatkan mereka ke lokasi yang lebih aman.
BPBD Boyolali langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke beberapa titik terdampak. Fokus utama diarahkan ke Kecamatan Nogosari karena kondisi banjir yang lebih parah.
Sementara itu, tim lainnya dikerahkan ke Kecamatan Sambi untuk membantu warga yang terdampak di sana.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan
Saat ini, berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi banjir di beberapa wilayah sudah menunjukkan tanda-tanda surut. Misalnya, di Desa Jagoan, air mulai berangsur turun.
Namun, pihak BPBD masih terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar masyarakat dapat segera kembali ke aktivitas normal.
Banjir yang melanda Boyolali akibat hujan deras menimbulkan dampak yang cukup signifikan di tiga kecamatan. Berbagai upaya telah dilakukan BPBD dan masyarakat setempat untuk mengevakuasi korban dan mengatasi situasi darurat.
Dengan kondisi air yang mulai surut di beberapa titik, harapannya warga dapat segera mendapatkan bantuan dan pemulihan pasca-banjir.(Kabarjawa)