Bocah 13 Tahun Alami Luka Bakar Akibat Racikan Obat Petasan, Dibeli dari Toko Online

Bagikan :
Bocah 13 Tahun Alami Luka Bakar Akibat Racikan Obat Petasan, Dibeli dari Toko Online
Bocah 13 Tahun Alami Luka Bakar Akibat Racikan Obat Petasan, Dibeli dari Toko Online(Sumber Gambar : Ilustrasi: Pinterest/Gabrieladzch)

Kabarjawa – Peristiwa nahas menimpa seorang bocah berusia 13 tahun di Kalurahan Caturharjo, Sleman. Ia mengalami luka bakar serius akibat terkena sambaran api saat meracik obat petasan di rumahnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya meracik bahan peledak secara mandiri.

Kronologi Kejadian

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu siang (22/3) di garasi rumah korban. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban awalnya meracik obat petasan sendiri.

Setelah mercon selesai diracik, ia mencoba menyalakan sedikit bubuk tersebut dengan menggunakan lidi dan menjauhkannya sekitar 1,5 meter dari sisa racikan utama.

Namun, yang terjadi di luar dugaan. Api yang dinyalakan menyambar bubuk mercon lain yang berada di dekatnya.

Ledakan kecil pun terjadi, menyebabkan api membakar pergelangan tangan kiri hingga jari-jari serta sekujur kaki kanan korban. Akibat kejadian itu, korban langsung dilarikan ke RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan intensif.

Asal Usul Obat Petasan

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa korban membeli bubuk obat petasan tersebut secara daring dengan harga sekitar Rp8.000.

Baca juga  Gunungkidul Kerahkan Ratusan Personel Amankan Nataru 2025/2026: Operasi Lilin Progo Siap Kawal Ibadah, Wisata, dan Arus Lalu Lintas

Keberadaan bahan berbahaya yang dijual bebas secara online ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait pengawasan dan kontrol distribusi bahan peledak.

Imbauan dan Tindakan Kepolisian

Kapolsek Sleman, Kompol Khabibulloh, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih jauh asal-usul bahan yang digunakan korban.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli, membuat, atau menyalakan petasan karena berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan yang membahayakan nyawa.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting akan bahaya bermain dengan bahan peledak, terlebih yang didapat dengan mudah secara online.

Penting bagi orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan memastikan tidak ada akses mudah ke bahan berbahaya.

Selain itu, pengawasan terhadap penjualan bahan peledak secara daring perlu ditingkatkan demi mencegah insiden serupa terulang.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid