Belasan UMKM di Surabaya Tertipu Modus Pegawai Pemkot Gadungan

Bagikan :

Kabarjawa – Kasus penipuan dengan modus mencatut nama pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali terjadi. Kali ini, belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Surabaya Barat yang tertipu. Kerugian yang dialami para korban mencapai ratusan juta rupiah. Modus operandi pelaku melibatkan skema bantuan pinjaman tanpa bunga yang mengharuskan korban mengunduh aplikasi tertentu.

Modus Penipuan Berkedok Program Bantuan Pemkot

Salah satu korban, pasangan suami istri Ardi Sumarta dan Febriana Risanti, mengalami kerugian sebesar Rp 26 juta. Kejadian bermula ketika seorang pria bernama Bramasta Afrizal Riyadi mengaku sebagai pegawai bagian umum Pemkot Surabaya dan mengadakan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.

Dalam sosialisasi tersebut, Bram menjelaskan tentang program bantuan pinjaman UMKM dengan bunga 0% yang diklaim sebagai inisiatif Wali Kota Eri Cahyadi.

Agar dapat mengakses program ini, para peserta diwajibkan mengunduh aplikasi Kredivo dan Shopee yang disebut berada di bawah naungan OJK serta menjadi sponsor resmi program tersebut.

Skema Penipuan yang Merugikan Banyak Korban

Bram kemudian mendatangi usaha korban dan kembali meyakinkan mereka bahwa program ini benar-benar resmi dari Pemkot Surabaya. Ia bahkan menunjukkan kartu identitas pegawai, serta akun resmi yang mencantumkan namanya, nomor pegawai, dan jabatan.

Baca juga  Prediksi Lokasi Operasi Keselamatan Semeru 2025 di Jatim, Ini Daftar Pelanggaran yang Dicari

Setelah korban mengunduh aplikasi dan melakukan verifikasi akun, mereka diminta untuk mengecek limit kredit yang tersedia.

Namun, beberapa waktu kemudian, korban menemukan adanya tagihan transaksi yang tidak mereka lakukan. Ardi, misalnya, menemukan transaksi senilai Rp 12 juta untuk pembelian liontin dan Rp 14 juta untuk kuku palsu.

Barang-barang tersebut dikirim ke alamat di Cirebon, bukan ke alamat mereka di Surabaya.

Dampak yang Meluas: 14 UMKM Jadi Korban

Saat berusaha mencari kejelasan, Ardi bertemu dengan vendor Kredivo bernama Joko yang mengaku proyek telah dialihkan kepada seseorang bernama Rengga, pemilik CV Grand Jaya Ambassador.

Setelah menyelidiki lebih lanjut, Ardi menemukan bahwa setidaknya ada 14 pelaku UMKM lain yang turut menjadi korban dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Mereka pun mengadakan pertemuan di Balai RW untuk mencari solusi.

Namun, dalam pertemuan tersebut, Bram dan Rengga saling melempar tanggung jawab. Bram akhirnya mengaku bahwa uang yang diperoleh telah habis digunakan.

Bahkan, ketika meminta pertanggungjawaban kepada ketua LPMK Kelurahan, mereka juga mengaku telah menjadi korban penipuan oleh Bram.

Baca juga  Konvoi Senjata Tajam di Temanggung Berujung Penangkapan, 4 Pemuda Diamankan

Pelaporan ke Kepolisian

Kasus ini akhirnya berujung pada laporan polisi. Dalam pertemuan di Polsek Benowo, Bram yang didampingi pengacaranya masih berusaha meyakinkan korban bahwa program tersebut sah.

Namun, karena jumlah korban semakin banyak dan total kerugian meningkat, kasus ini dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya.

Bram sempat berjanji akan mengganti kerugian para korban dengan menjaminkan sertifikat miliknya, dengan tenggat waktu hingga 2 Januari.

Namun, setelah tenggat waktu berlalu, Bram menghilang dan tidak bisa dihubungi. Pada 7 Januari, para korban akhirnya membuat pengaduan resmi dan saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku UMKM agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama instansi pemerintah.

Meskipun pelaku menunjukkan identitas dan dokumen yang tampak resmi, verifikasi lebih lanjut tetap diperlukan sebelum mengikuti program semacam ini.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengonfirmasi informasi terkait program bantuan kepada instansi terkait guna menghindari kejadian serupa.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid