
Kabarjawa – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Gondang. Luapan air dari Kali Pacal mengakibatkan banjir bandang yang merusak infrastruktur penting, termasuk jembatan penghubung antar dusun di Desa Sambongrejo.
Akibatnya, akses warga Dusun Kadung menuju Dusun Sambongrejo terputus, menghambat aktivitas sehari-hari mereka.
Jembatan Penghubung Ambruk, Warga Kesulitan Akses
Jembatan sepanjang hampir 30 meter dengan lebar 1,5 meter yang terbuat dari cor beton dan besi plat tersebut sebelumnya menjadi jalur utama bagi warga sekitar.
Kini, dengan kondisi jembatan yang ambruk, sekitar 250 kepala keluarga (KK) di Dusun Kadung terdampak langsung. Mereka harus menempuh rute yang lebih jauh dengan memutar ke Desa Senganten untuk bisa sampai ke Dusun Sambongrejo.
Namun, banyak warga yang enggan mengambil jalur memutar dan memilih cara yang lebih berisiko dengan berjalan kaki menyeberangi Sungai Pacal.
Beberapa anak-anak dan remaja bahkan terlihat bermain di sekitar sisa-sisa jembatan yang roboh, meskipun air sungai masih mengalir deras.
Langkah Cepat Dinas PU Bina Marga
Menanggapi situasi ini, Dinas PU Bina Marga Pemkab Bojonegoro segera bertindak dengan merencanakan pembangunan jembatan darurat.
Saat ini, tim teknis sudah berada di lokasi untuk melakukan identifikasi awal dan persiapan konstruksi. Jembatan sementara yang akan dibangun diharapkan mampu menampung lalu lintas pejalan kaki serta kendaraan roda dua agar aktivitas warga bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Gondang telah memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas warga.
Putusnya jembatan penghubung ini tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi mereka yang memilih menyeberang sungai secara manual.
Dengan langkah cepat dari pemerintah daerah dalam membangun jembatan darurat, diharapkan kondisi ini bisa segera teratasi dan kehidupan warga kembali normal.(Kabarjawa)