
KabarJawa.com – Fenomena angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai dari Magelang, kawasan Candi Borobudur, hingga Sleman pada Sabtu, 24 Januari 2026. Hembusan angin yang tak biasa ini memicu pertanyaan publik mengenai penyebab utamanya.
Belakangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya dampak tidak langsung dari kemunculan Siklon Tropis LUANA. Lantas, apa sebenarnya fenomena ini?
Pengertian Siklon Tropis LUANA
Dalam keterangannya, BMKG memberikan penjelasan mengenai fenomena ini agar masyarakat memahami konteks cuaca yang sedang terjadi.
“Siklon Tropis Luana adalah sistem badai tropis yang berputar dengan kecepatan angin tinggi di sekitar pusatnya. Siklon tropis terbentuk di perairan hangat, membawa hujan deras dan angin kencang,” tulis BMKG melalui akun Instagram @infobmkg, sebagaimana dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Pemberian nama “LUANA” sendiri bukan tanpa alasan. Nama tersebut merupakan identitas resmi yang diberikan otoritas terkait untuk membedakan siklon ini dari siklon-siklon lainnya.
“Nama ‘LUANA’ adalah nama resmi yang diberikan untuk membedakan siklon ini dari siklon lain,” lanjut keterangan BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan resmi guna meningkatkan kewaspadaan.
Sampai Kapan Dampak Siklon Tropis LUANA Terasa?
Masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap waspada dalam jangka pendek. Berdasarkan penjelasan BMKG, diprediksi bahwa Siklon Tropis LUANA masih akan memberikan dampak tidak langsung selama 24 jam ke depan, atau setidaknya hingga Minggu, 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Berikut adalah rincian dampak cuaca dan gelombang laut yang diperkirakan oleh BMKG:
- Hujan Sedang – Lebat: Berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Angin Kencang: Melanda wilayah Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Gelombang Tinggi (Kategori Sedang 1.25 – 2.5 m): Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Laut Arafuru bagian barat.
- Gelombang Tinggi (Kategori Tinggi 2.5 – 4.0 m): Perairan selatan Bali hingga NTT, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB.
- Gelombang Sangat Tinggi (4.0 – 6.0 m): Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Atas prediksi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau di wilayah pesisir selatan.
Angin Kencang Picu Gangguan Pasokan Listrik
Sebelumnya, diketahui bahwa dampak nyata dari “tarikan massa udara” akibat siklon ini dirasakan langsung di daratan Jawa Tengah berupa kerusakan infrastruktur.
Dilaporkan bahwa di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik utama.
PT PLN (Persero) ULP Borobudur mengonfirmasi adanya pemadaman meluas akibat insiden ini. Dalam keterangan resminya, PLN menyatakan pemadaman meluas di beberapa wilayah akibat angin kencang yang menyebabkan banyak pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik.
Hingga berita ini diturunkan, petugas PLN diketahui masih berupaya melakukan perbaikan bertahap di lokasi terdampak.
Sistem Badai Tropis
Jadi kesimpulannya, Siklon Tropis LUANA adalah sebuah sistem badai tropis yang berputar dengan kecepatan angin tinggi di sekitar pusatnya. Meskipun pusatnya tidak melintasi daratan Jawa, tetapi fenomena ini memberikan dampak tidak langsung yang signifikan.
Dampak tersebut berupa peningkatan kecepatan angin di wilayah Jateng-DIY yang berujung pada kerusakan fisik seperti pohon tumbang serta gangguan pasokan listrik yang terjadi hari ini.***