
Kabarjawa – Sebuah insiden memilukan terjadi di Jalan Muharto Gang 7, Kota Malang, pada Jumat (21/3/2025). Sebuah rumah terbakar akibat ulah anak kandung pemilik rumah yang nekat membakar tempat tinggalnya sendiri dalam kondisi mabuk.
Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat dan menjadi pengingat akan bahaya konsumsi minuman keras yang tak terkontrol.
Kronologi Kejadian: Cekcok Berujung Pembakaran
Peristiwa ini bermula dari pertengkaran antara Mucholis, pemilik rumah, dengan anaknya, Wiwit Risky Aprilianto, yang saat itu diduga dalam kondisi mabuk berat.
Usai cekcok, Wiwit nekat menyiram bensin di kasurnya sendiri, kemudian menyalakan api. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain rumah. Ironisnya, setelah membakar kasur, Wiwit langsung meninggalkan rumah tanpa berusaha memadamkan api.
Proses Pemadaman yang Dramatis
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang menerima laporan kejadian sekitar pukul 19.33 WIB. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan 25 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar hebat.
Proses pemadaman berlangsung selama 50 menit hingga akhirnya api berhasil dikendalikan. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 25 meter persegi.
Kerugian Material dan Penangkapan Pelaku
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 65 juta. Sebagian besar barang di dalam rumah hangus terbakar.
Tak lama setelah kejadian, Polsek Kedungkandang berhasil menangkap Wiwit Risky Aprilianto untuk diperiksa lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut guna menentukan langkah hukum yang akan diambil.
Pelajaran Berharga: Waspada Dampak Minuman Keras
Kasus ini menjadi peringatan penting tentang bahaya konsumsi minuman keras yang tak terkontrol. Emosi yang meledak akibat pengaruh alkohol bisa berujung pada tindakan nekat yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengontrol emosi serta menghindari minuman keras demi mencegah kejadian serupa terulang.
Tragedi di Jalan Muharto Gang 7 Kota Malang menjadi bukti nyata betapa fatalnya tindakan yang didorong oleh emosi dan alkohol.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi yang ditimbulkan sangat besar. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengendalikan emosi dan menjauhi konsumsi alkohol yang berlebihan.(Kabarjawa)