
Kabarjawa – Kasus pencurian hewan ternak kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kali ini, aksi pencurian menimpa warga Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura.
Berkat kesigapan pemilik sapi dan aparat kepolisian, pencurian tersebut berhasil digagalkan meski para pelaku masih dalam pelarian.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang hari raya. Aksi kriminal semacam ini sering kali meningkat saat momen-momen penting, ketika warga mulai lengah karena sibuk mempersiapkan perayaan.
Kronologi Pencurian
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (16/3/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Seekor sapi milik Hanina, warga Desa Ngepung, nyaris raib dibawa pencuri.
Beruntung, pemilik sapi segera melapor ke perangkat desa yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala, mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan pelacakan terhadap jejak pelaku dan sapi yang dicuri. Petugas menemukan jejak sapi mengarah ke arah Utara, yang kemudian menjadi titik awal pengejaran.
Penemuan Sapi dan Tindakan Polisi
Setelah melakukan pengejaran intensif, akhirnya sapi yang dicuri ditemukan di sebuah pekarangan warga di Desa Sumberejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (17/3/2025) sekitar pukul 01.30 WIB. Sayangnya, pelaku sudah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.
Petugas kemudian membawa sapi tersebut untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku yang bertanggung jawab atas pencurian tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan informasi dari warga sekitar yang mungkin mengetahui keberadaan pelaku atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.
Imbauan kepada Masyarakat
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi yang memiliki hewan ternak atau barang berharga lainnya.
Peningkatan pengawasan sangat penting agar tidak memberikan celah kepada pelaku kejahatan, khususnya menjelang perayaan hari raya yang sering dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kriminal.
Selain itu, warga diharapkan dapat memperketat sistem keamanan lingkungan dengan menerapkan ronda malam secara rutin.
Keberhasilan polisi menggagalkan aksi pencurian sapi di Probolinggo menjadi bukti pentingnya koordinasi cepat antara warga dan aparat keamanan.
Meski sapi telah kembali kepada pemiliknya, pencarian pelaku masih berlanjut. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi mencegah kejadian serupa terulang.
Semangat gotong royong dan rasa kepedulian antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman tindak kriminal.(Kabarjawa)