
KabarJawa.com— Jajaran Polresta Yogyakarta bergerak cepat dan terstruktur dalam menyiapkan pengamanan Idulfitri 2026. Mereka menyusun strategi berlapis yang mencakup seluruh rangkaian kegiatan, dari aktivitas Ramadan, malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga lonjakan wisatawan selama libur Lebaran.
Langkah ini mereka ambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di tengah tingginya mobilitas di Kota Yogyakarta yang merupakan destinasi wisata favorit.
Pengamanan oleh Polresta Yogyakarta
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan ratusan personel dalam beberapa tahap pengamanan. Ia menyebutkan bahwa puncak pengamanan terjadi pada malam takbiran.
“Untuk malam takbiran kami menyiapkan sekitar 769 personel. Saat pelaksanaan salat Idulfitri disiagakan 273 personel, dan selama masa libur Lebaran sebanyak 443 personel akan tetap bertugas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh personel akan fokus menjaga objek vital, tempat ibadah, serta lokasi wisata yang padat pengunjung.
Tidak hanya mengandalkan jumlah personel, Polresta Yogyakarta juga mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Eva Guna Pandia menekankan bahwa pihaknya aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan berbagai instansi terkait.
Pendekatan ini menjadi penting karena Yogyakarta memiliki karakteristik unik. Wilayahnya relatif kecil, tapi memiliki intensitas pergerakan masyarakat dan wisatawan yang sangat tinggi, terutama saat momentum Lebaran.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi, Sumanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan patroli sejak awal Ramadan.
Petugas menyisir berbagai titik keramaian, terutama lokasi penjualan takjil yang selalu padat menjelang waktu berbuka puasa.
“Personel melakukan patroli sejak sore hingga malam hari. Setelah itu, patroli kembali dilanjutkan pukul 24.00 hingga 02.00 dini hari,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, petugas juga melanjutkan patroli pada pukul 02.00 hingga 06.00 pagi, khususnya pada akhir pekan dan hari libur. Pola patroli ini dirancang untuk menutup celah potensi gangguan keamanan di waktu-waktu rawan.
Memasuki malam takbiran, pengamanan akan makin ketat. Polisi mengantisipasi potensi gangguan ketertiban masyarakat, terutama dari kegiatan takbir keliling yang kerap melibatkan konvoi kendaraan.
Polresta Yogyakarta telah memetakan rute-rute resmi bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan agar kegiatan tetap berlangsung meriah namun tetap tertib dan aman.
“Jika ditemukan rombongan yang tidak sesuai rute atau berpotensi mengganggu ketertiban, kami akan melakukan pendekatan terlebih dahulu. Namun jika terjadi pelanggaran, kami tidak akan ragu untuk menindak tegas,” tegas Sumanto.
Lonjakan Wisatawan, Penjagaan Titik Strategis
Setelah Idulfitri, tantangan berikutnya datang dari meningkatnya jumlah wisatawan. Kawasan seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan pusat kota diprediksi akan dipenuhi pengunjung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, polisi akan menempatkan personel di berbagai titik strategis. Mereka akan fokus mengurai kemacetan serta mencegah tindak kriminalitas seperti pencopetan dan penipuan. Pengamanan ini menjadi krusial mengingat Yogyakarta selalu menjadi magnet wisata saat libur Lebaran.
Di tengah persiapan yang masif, Polresta Yogyakarta juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga ketertiban. Warga harus mematuhi aturan lalu lintas, menghindari konvoi berlebihan, serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Polisi berharap kerja sama antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan suasana Lebaran yang aman dan kondusif.
Dengan strategi pengamanan yang terencana, patroli intensif, serta pendekatan humanis, Polresta Yogyakarta optimistis perayaan Idulfitri 2026 di Yogyakarta akan berjalan lancar.
Momentum Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dan wisatawan yang datang. (ef linangkung)