
KABAR JAWA – Isu konflik kemanusiaan antara Israel dan Palestina kembali mengundang reaksi besar dari warganet di berbagai platform media sosial.
Dalam beberapa minggu terakhir, tagar hingga konten yang menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel ramai berseliweran, khususnya di TikTok dan Instagram.
Gerakan ini mencuat seiring meningkatnya eskalasi kekerasan di Jalur Gaza yang kembali menelan banyak korban jiwa.
Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Picu Aksi Boikot Global
Per tanggal 18 Maret, Israel kabarnya melancarkan kembali serangan udara ke Gaza setelah dua bulan gencatan senjata dengan kelompok Hamas.
Serangan ini berujung pada kehancuran sejumlah gedung permukiman sipil dan menyebabkan jatuhnya banyak korban.
Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat setidaknya 1.482 warga Palestina tewas sejak serangan kembali dimulai.
Dan pada Rabu, 9 April lalu, laporan terbaru menyebutkan bahwa 20 orang tewas akibat serangan terbaru yang menghantam kawasan permukiman di Gaza.
Kegagalan diplomasi untuk memulihkan gencatan senjata membuat masyarakat global—termasuk di Indonesia—semakin vokal dalam menunjukkan solidaritas kepada Palestina.
Salah satunya adalah dengan menggiatkan kembali kampanye boikot terhadap produk dan perusahaan yang diduga mendukung atau terafiliasi dengan kepentingan Israel.
BDS Movement dan Daftar Perusahaan yang Diboikot
Boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap mendukung Israel bukan gerakan baru.
Aksi ini dikenal sebagai BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions), sebuah gerakan global yang menyerukan boikot ekonomi, pembatalan investasi, dan sanksi terhadap entitas yang mendukung penjajahan Israel terhadap tanah Palestina.
Melalui situs resminya, bdsmovement.net, BDS telah merilis sejumlah perusahaan yang hingga kini masih menjadi sasaran boikot.
Perusahaan-perusahaan ini dinilai memiliki keterlibatan langsung atau tidak langsung dalam mendukung kebijakan Israel, baik melalui dukungan finansial, logistik, teknologi, maupun infrastruktur.
Berdasarkan laman resmi BDS Movement, berikut ini beberapa produk dan perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Israel dan menjadi target aksi boikot:
- Chevron
- Intel
- Dell Technologies
- Siemens
- Hewlett-Packard (HP)
- Carrefour
- AXA
- Disney+
- SodaStream
- RE/MAX
- Wix.com
- Amazon
- Airbnb
Jumlah produk dan perusahaan yang terafiliasi bisa terus bertambah seiring dengan investigasi dan pembaruan dari lembaga pengawas seperti BDS.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi boikot disarankan untuk secara rutin memantau informasi terbaru melalui situs resmi bdsmovement.net.
Boikot Produk Israel Menggema Lagi di Medsos
Viralnya daftar produk yang diboikot ini bukan hanya terjadi karena simpati, tetapi juga didorong oleh keterlibatan aktif pengguna media sosial yang menyebarkan informasi secara masif.
Berbagai konten video, infografis, dan thread edukatif membahas keterlibatan brand-brand besar dalam konflik ini.
Banyak pengguna juga turut membagikan pengalaman mengganti produk yang biasa digunakan dengan alternatif lain yang lebih etis dan tidak terafiliasi dengan entitas yang mendukung Israel.
Kemudian, tak sedikit pula kini postingan mengenai 54 produk atau lebih yang diduga terafiliasi Israel, beredar kembali di medsos.
Akan tetapi, beberapa produk yang sudah dipastikan diboikot oleh pihak BDS Movement adalah seperti yang disebutkan di atas.
Kemudian, masih banyak lagi yang bisa dicek lewat laman resminya.
Cara Memastikan Produk Halal dan Etis
Selain memperhatikan afiliasi politik atau konflik, penting juga bagi masyarakat untuk memastikan produk yang dikonsumsi telah memiliki sertifikasi halal dan memenuhi standar etika.
Berikut beberapa cara mudah untuk memeriksa status halal produk:
Melalui Situs Resmi MUI
Kunjungi situs halalmui.org untuk mengecek kehalalan suatu produk secara online.
Masukkan nama produk atau produsen untuk melihat status sertifikasi halal-nya.
Cek Label Kemasan
Biasanya produk yang telah tersertifikasi halal akan mencantumkan logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kemasannya.
Jadi, pastikan logo tersebut tercetak jelas dan tidak dimanipulasi.
Telusuri Info Tambahan
Cari informasi dari sumber tepercaya, terutama jika produk berasal dari luar negeri.
Cobalah cek forum-forum konsumen dan situs pengulas produk bisa menjadi referensi tambahan.***