KabarJawa.com – Kabupaten Kulon Progo tidak cuma memiliki beragam destinasi wisata untuk dikunjungi. Daerah paling barat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga punya aneka macam kuliner khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Kuliner-kuliner khas Kulon Progo pun bukan sekedar makanan untuk disantap, setiap mereka memiliki sejarah yang unik untuk diceritakan dari generasi ke generasi.
Mulai dari makanan khas yang dulunya adalah bekal petani ketika berangkat meladang, hingga kuliner yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, semua hanya bisa kamu temukan di Kulon Progo.
Buat kamu yang penasaran, berikut lima kuliner khas Kulon Progo yang tidak bisa ditemukan di daerah lain lengkap dengan sejarahnya masing-masing.
5 Kuliner Khas Kulon Progo dan Sejarahnya
1. Geblek
Kalau bicara soal kuliner khas Kulon Progo, Geblek pasti berada di urutan pertama. Makanan yang satu ini memang sudah sangat melekat dengan Kabupaten berjuluk The Jewel of Java tersebut.
Meski terlihat mirip cireng, geblek terbuat dari pati atau tepung singkong dicampur dan yang membuat makanan ini sangat khas adalah bentuknya yang menyerupai angka delapan.
Tidak ada catatan resmi siapa penemu atau pencetus geblek, namun sejumlah klaim menyebutkan bahwa makanan ini dulunya merupakan bekal yang dibawa petani ketika berangkat ke sawah untuk meladang.
Kamu yang ingin membeli geblek yang benar-benar original dan khas bisa menyambangi Geblek Pari, Geblek Gurih Nanggulan, Mbok Geblek Wates, hingga sejumlah penjual geblek atau gorengan tradisional yang ada di wilayah Kulon Progo.
2. Dawet Sambel
Dawet sambel menjadi kuliner khas yang membuktikan orang Kulon Progo punya kreatifitas tinggi. Makanan ini mengkombinasikan dua rasa yang terbilang kontras, tetapi menariknya tetap menyegarkan jika disantap.
Sejumlah klaim menyebutkan dawet sambel sudah hidup sejak 70 tahun lalu, namun tidak ada sumber resmi yang benar-benar memastikannya.
Cerita paling banyak dipercaya adalah pada zaman dulu ada seorang penjual dawet dan pecel. Ia kemudian mencampurkan dawet dengan bumbu pecel tersebut atas saran seorang pembeli.
Perpadua dua bahan yang kontras ini justru menghadirkan sebuah makanan dengan cita rasa unik dan nyetrik. Dawet sambel pun terus dijajakan dan masih terus lestari sampai detik ini.
Bahkan makanan yang satu ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 362/M/2019 untuk Provinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo.
Salah satu penjual dawet sambel yang cukup populer sekaligus legendaris di Kulon Progo adalah Nyi Ponirah yang berada di Sokomoyo, Jatimulyo, Girimulyo.
3. Tempe Benguk
Terbuat dari kacang benguk, tempe benguk dikatakan sebagai kuliner khas Kulon Progo yang sentranya ada di Kecamatan Sentolo. Ukuran biji tempe benguk lebih besar dibandingkan tempe biasa, rasanya pun cenderung lebih manis.
Kuliner yang satu ini sering kali menjadi pasangan bagi geblek, namun tak sedikit yang menjajakannya sebagai benguk besengek yang dimasak dengan kuah santan berbumbu pekat yang menghasilkan rasa gurih.
Di beberapa wilayah di Kulon Progo, kamu juga bisa menemukan benguk goreng, salah satu olahan tempe benguk yang cukup populer dan hampir sulit ditemukan di daerah lain.
Jika kamu ingin membeli tempe benguk khas Kulon Progo, ada beberapa tempat yang bisa kamu datangi, di antaranya tempe benguk bu kasinem di Demangrejo, Sentolo; tempe benguk bu painah di Sukoreno, Sentolo; tempe mbah jol di Banyutoro, Nanggulan; hingga yu srenti di Bumirejo, Lendah.
4. Enting-Enting Jahe
Jika kamu berkunjung ke wilayah perbukitan khususnya Samigaluh, kamu akan menemukan satu kuliner unik berbentuk pipih memanjang bernama enting-enting jahe.
Sesuai dengan namanya makanan ini memang terbuat dari jahe, tetapi rasanya tidak panas, justru cenderung manis karena campuran gula, wijen, kelapa, dan garam.
Sampai saat ini belum ada sumber resmi yang menyatakan siapa pencipta enting-enting jahe dan pada tahun berapa makanan ini diperkenalkan ke publik.
Namun kuliner yang satu ini terus berkembang pesat terutama di wilayah perbukitan Kokap dan Samigaluh. Jika kamu ingin mencoba enting-enting jahe asli, kamu bisa membelinya di sejumlah tempat, misalnya Enting- enting jahe mbok rimpang di Kalibiru; Enting-enting jahe bu sri murjinah di Gerbosari, Samigaluh; serta toko oleh-oleh yang ada di Kulon Progo.
5. Peyek Undur-Undur
Buat kamu yang mengisi liburan di pantai di Kulon Progo, kuliner khas yang wajib kamu cicipi adalah peyek undur-undur. Tapi kamu perlu tahu jika undur-undur yang digunakan bukanlah undur-undur tanah, melainkan undur-undur laut.
Peyek undur-undur memiliki cita rasa gurih dan cenderung asin, karenanya kuliner ini sangat cocok untuk disantap bersama nasi panas.
Kamu bisa membeli salah satu kuliner khas Kulon Progo ini di wilayah pantai seperti Pantai Glagah, atau toko oleh-oleh khas Bumi Menoreh.***