
Kabarjawa – 20 Pendaki Nekat! Gunung Merapi, salah satu gunung api aktif di Indonesia, saat ini berada dalam status level III atau Siaga. Dengan situasi tersebut, seluruh aktivitas pendakian telah ditutup demi menjaga keselamatan masyarakat.
Meski begitu, masih saja ditemukan individu atau kelompok yang mencoba melakukan pendakian tanpa izin resmi. Baru-baru ini, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengamankan sekelompok orang yang memasuki kawasan terlarang melalui jalur New Selo di Boyolali.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ajakan melalui media sosial dan peserta dari berbagai daerah.
Pendakian Masih Dilarang Selama Status Siaga
Dalam upaya mencegah risiko bahaya, BTNGM secara tegas melarang segala bentuk aktivitas pendakian maupun kegiatan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Hal ini merupakan bagian dari langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Namun pada Minggu, 13 April 2025, petugas BTNGM menemukan 12 sepeda motor di area New Selo yang diduga milik kelompok pendaki yang naik tanpa izin.
Tindakan Pengamanan oleh Tim Gabungan
Berdasarkan laporan awal dari petugas Resor Pengelolaan TN Wilayah Selo, informasi tersebut segera dilaporkan kepada pimpinan BTNGM dan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat dari Polsek Selo dan Koramil Selo. Kepala SPTN Wilayah II juga langsung mengoordinasi proses penanganan di lapangan.
Pada pukul 12.30 WIB, kelompok pendaki tersebut mulai turun dan tiba kembali di New Selo. Mereka kemudian diamankan oleh tim gabungan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dikoordinasi Lewat Media Sosial dan Grup Chat
Dari hasil keterangan, diketahui bahwa 20 pendaki tersebut tergabung dalam satu grup yang dikoordinasikan oleh seorang pengguna media sosial berinisial A, berusia 19 tahun dan berasal dari Sragen.
A membuat unggahan di akun TikTok miliknya yang berisi ajakan untuk mendaki Gunung Merapi. Ajakan tersebut mendapat respons dari berbagai kalangan, hingga terbentuk grup WhatsApp yang digunakan untuk merencanakan perjalanan mereka.
Peserta dalam pendakian tersebut terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berasal dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah, antara lain Sleman, Surakarta, Boyolali, Kulonprogo, Banyumas, Gunung Kidul, Klaten, Pati, Blora, Sukoharjo, Lamongan, dan Magetan.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah-wilayah yang sedang dalam status waspada atau siaga, terutama di area rawan bencana seperti Gunung Merapi.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan pihak pengelola kawasan konservasi terus mengimbau agar warga mengikuti aturan demi menghindari potensi risiko.
Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah tergoda ajakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.(Kabarjawa)