
Kabarjawa – Sebanyak 114 ribu warga Jateng mengikuti program pulang kampung gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) yang di gelar untuk membantu warganya pulang kampung.
Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi pemudik sekaligus memastikan perjalanan mereka lebih aman dan nyaman.
Pelepasan 114 Ribu Pemudik dari Jakarta
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas keberangkatan rombongan mudik gratis di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Sebanyak 114 ribu warga Jateng diberangkatkan menggunakan 331 bus dan 8 gerbong kereta.
“Kita hampir 331 bus kita berangkatkan hari ini, kemudian besok kita berangkatkan 8 gerbong kereta. Sehingga totalnya kalau bus saja hampir 114 ribu untuk masyarakat kita yang mudik,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).
Didampingi Pejabat Daerah dan BUMD
Dalam acara pelepasan tersebut, Ahmad Luthfi tampak mengenakan kaus biru dan celana jeans. Ia didampingi oleh sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Temanggung, Bupati Kudus, Bupati Kabupaten Semarang, Wakil Wali Kota Tegal, serta Bupati Kendal.
Selain itu, beberapa direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng turut hadir, di antaranya Direktur Bank Jateng dan Direktur Semen Gresik.
Pelepasan rombongan ditandai dengan pengibaran bendera oleh Ahmad Luthfi, yang kemudian disusul dengan pergerakan satu per satu bus menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Harapan untuk Pemudik: Uang Bekal Utuh dan Membangun Desa
Program mudik gratis ini diberikan dengan tujuan agar masyarakat bisa pulang kampung tanpa mengeluarkan biaya transportasi. Dengan begitu, uang bekal (sangu) mereka bisa tetap utuh untuk digunakan di kampung halaman.
“Mudik gratis dengan disiapkan bus tidak dipungut biaya, sangunya utuh. Pesan saya karena sangunya utuh, duitnya dibangun desanya masing-masing,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Dengan memberangkatkan 114 ribu pemudik menggunakan ratusan bus dan gerbong kereta, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menggerakkan perekonomian desa asal para perantau.
Pemerintah juga berharap agar warga yang mudik bisa memanfaatkan uang bekalnya untuk membangun kampung halaman mereka.(Kabarjawa)