
Kabar Jawa – Hari Raya Idul Adha menjadi momen bagi umat muslim untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Apalagi hari raya ini erat dengan peristiwa sentimental Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as pada zamannya.
Pengorbanan dan keikhlasan mereka untuk taat pada perintah Allah Swt menunjukkan betapa besar iman dan takwa mereka kepada Sang Pencipta.
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar yang begitu bermakna bagi umat Islam.
Tak hanya identik dengan penyembelihan hewan qurban, Idul Adha juga menjadi peringatan atas kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam, yang dengan ikhlas dan penuh keimanan bersedia menaati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam semangat pengorbanan dan ketakwaan ini, umat Islam dianjurkan untuk mengisi Hari Raya Idul Adha dengan berbagai amalan sunnah yang akan mendatangkan pahala dan berkah.
Meski tidak wajib, namun amalan-amalan ini sangat dianjurkan karena meneladani Rasulullah dalam menyambut hari besar yang penuh hikmah ini.
Berikut ini adalah 11 amalan sunnah Idul Adha yang dapat kita amalkan agar lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada Allah:
1. Bertakbir dari Malam Hari hingga Hari Tasyrik
Sejak matahari terbenam di tanggal 9 Zulhijah (malam Idul Adha), umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir.
Takbir ini bisa dilantunkan secara berjamaah di masjid, di rumah, atau dalam perjalanan. Kumandang takbir dilakukan hingga hari ke-13 Zulhijah pada waktu Ashar, yang dikenal sebagai hari-hari Tasyrik. Lantunan takbir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dan bentuk syiar Islam yang meriah namun penuh makna.
2. Mandi Besar Sebelum Salat Id
Sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan salat Id, sangat disunnahkan untuk mandi besar sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat. Mandi ini bertujuan agar tubuh bersih dan suci, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang agung. Menurut riwayat, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu selalu mandi sebelum pergi salat Idul Fitri dan Idul Adha.
3. Tidak Makan Sebelum Salat Id
Berbeda dengan Idul Fitri yang menyarankan makan terlebih dahulu sebelum salat, pada Idul Adha disunnahkan untuk menahan diri dari makan hingga salat Id selesai. Bahkan, lebih utama lagi jika makanan pertama yang disantap adalah daging hasil qurban. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad dari Buraidah.
4. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian saat akan menunaikan salat Id.
Pakaian terbaik bukan berarti harus baru atau mahal, melainkan yang paling baik, bersih, dan sopan yang dimiliki. Demikian pula penggunaan parfum yang tidak menyengat, sebagai bentuk tampil rapi dan menyenangkan di hadapan Allah.
5. Berangkat Salat Lebih Awal
Datang lebih awal ke tempat pelaksanaan salat Id menjadi salah satu sunnah yang dapat menambah pahala. Dengan datang lebih cepat, kita bisa duduk dengan tenang sambil berdzikir dan bertakbir sebelum salat dimulai.
Hal ini juga memberikan kesempatan untuk menyapa sesama muslim dan menjalin silaturahmi sebelum ibadah bersama dimulai.
6. Berjalan Kaki ke Tempat Salat Id
Jika tempat salat Id dekat dan memungkinkan, berjalan kaki menuju lokasi salat sangat dianjurkan. Ini merupakan sunah Rasulullah yang disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah, di mana beliau berjalan kaki menuju tempat salat dan pulang juga dengan berjalan. Berjalan kaki di hari yang penuh kemuliaan ini menjadi simbol kesederhanaan dan ketundukan kepada Allah.
7. Mengambil Rute Berbeda Saat Berangkat dan Pulang
Rasulullah mencontohkan untuk menggunakan jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id.
Ini memiliki banyak hikmah, di antaranya memperluas silaturahmi, melihat lebih banyak saudara seiman, dan menyebarkan syiar Islam secara lebih luas. Praktik ini juga bisa menjadi momen refleksi dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
8. Mengajak Wanita dan Anak-anak ke Tempat Salat
Walau salat Idul Adha tidak wajib bagi wanita atau anak-anak, Rasulullah tetap menganjurkan mereka untuk hadir dan mendengarkan khutbah.
Bahkan wanita yang sedang berhalangan tetap disunahkan datang ke lapangan untuk menyimak khutbah dari pinggiran. Kehadiran mereka memperkuat kebersamaan umat Islam dalam menyambut hari besar.
9. Menunjukkan Keceriaan dan Wajah Cerah
Hari Raya adalah momen yang istimewa untuk menampilkan kegembiraan dan rasa syukur kepada Allah. Rasulullah ﷺ bahkan pernah membiarkan anak-anak bernyanyi di rumah beliau saat hari raya sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan. Menunjukkan wajah ceria, berpakaian rapi, dan berbagi senyum dengan sesama mencerminkan semangat Idul Adha yang penuh keberkahan.
10. Mempererat Silaturahmi
Setelah menunaikan salat Id dan menyaksikan penyembelihan hewan qurban, umat Islam dianjurkan untuk mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat.
Berbagi hidangan kurban dan ucapan selamat akan memperkuat ikatan sosial serta menghapuskan perasaan negatif antar sesama. Allah juga memerintahkan kita untuk menjaga hubungan kekerabatan dalam firman-Nya di QS An-Nisa: 1.
11. Memperbanyak Zikir dan Doa
Selain takbir, zikir dan doa juga termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan di hari Idul Adha. Momen ini sangat tepat untuk memperbanyak permohonan kepada Allah, baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat.
Doa yang dipanjatkan dengan hati yang tulus akan membuka pintu-pintu rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penutup
Meski amalan-amalan ini bersifat sunnah, bukan berarti boleh kita abaikan begitu saja. Menghidupkan sunnah Rasulullah di Hari Raya Idul Adha akan membawa banyak keutamaan dan pahala.
Tidak semua orang mampu berqurban, tetapi setiap muslim memiliki kesempatan untuk meneladani semangat ketakwaan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail melalui amalan-amalan sederhana yang dicintai Allah.
Mari jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama. Semoga setiap amal yang kita lakukan diterima dan diberkahi oleh Allah Swt.***