Siswa SMKN 1 Sanden Bantul Ciptakan 300 Game Berbasis AI, Raih Juara 4 Nasional di Semarang

Bagikan :

BANTUL, Kabar Jawa – Kreativitas siswa SMK Negeri 1 Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam mengembangkan teknologi digital terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 216 siswa kelas XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) berhasil menciptakan 300 game digital hasil karya mereka sendiri selama periode Juni hingga Oktober 2026. Tidak hanya mengasah keterampilan pemrograman, para siswa juga memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung proses pengembangan permainan.

Prestasi tersebut semakin membanggakan setelah para siswa SMKN 1 Sanden berhasil meraih juara IV tingkat nasional dalam ajang kompetisi yang berlangsung di Semarang. Capaian ini menunjukkan bahwa siswa sekolah kejuruan di Bantul mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menghasilkan karya teknologi yang kompetitif.

Kepala SMKN 1 Sanden, Sutopo, S.Pd., mengatakan ratusan game tersebut lahir dari proses pembelajaran di jurusan RPL. Para siswa memanfaatkan aplikasi Scratch 3 sebagai perangkat utama untuk merancang dan mengembangkan permainan, kemudian menggunakan Gemini AI untuk membantu proses pengerjaan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Di sekolah kami ada Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan salah satu materi pembelajarannya adalah membuat atau menciptakan game dengan aplikasi Scratch 3 dibantu Gemini AI dan sekarang kita pamerkan. Memang Jurusan RPL favorit dipilih para siswa selain jurusan mesin di sekolah kami,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, pembelajaran pembuatan game memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan pemrograman secara langsung. Mereka tidak sekadar mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga menuangkan ide, menyusun mekanisme permainan, dan memanfaatkan perangkat digital untuk menghasilkan produk kreatif.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah mendorong siswa agar memahami perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan berinovasi. Penggunaan Scratch 3 juga membantu siswa mengenal dasar-dasar pemrograman melalui proses pengembangan game yang lebih menarik dan interaktif.

Dikembangkan
Sutopo menjelaskan, pihak sekolah memberikan keleluasaan kepada setiap siswa untuk menentukan konsep permainan sesuai kreativitas dan imajinasi masing-masing. Guru kemudian mendampingi mereka dalam mengembangkan ide hingga menghasilkan game yang dapat ditampilkan kepada publik.

Baca juga  Jawa Timur Cetak Prestasi Tertinggi di SNBP 2025, Dominasi Enam Tahun Berturut-Turut

Kebebasan tersebut menghasilkan karya dengan beragam gagasan. Bahkan, sejumlah siswa mengembangkan game yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bagian dari konsep permainan mereka.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa siswa tidak hanya memanfaatkan teknologi digital untuk membuat hiburan, tetapi juga memiliki peluang mengangkat bahasa dan budaya lokal melalui produk kreatif.

“Siswa bebas berimajinasi, nah nanti akan dibantu dan dibimbing oleh gurunya untuk produksi game mereka,” ujar Sutopo.

Pendampingan guru menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Siswa dapat mengeksplorasi berbagai ide, sedangkan guru membantu mengarahkan proses pengembangan agar mereka mampu menerjemahkan gagasan menjadi permainan yang lebih terstruktur.

Pemanfaatan Gemini AI turut memperkenalkan siswa pada penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan produktif. Dengan pendekatan tersebut, sekolah berupaya membekali siswa dengan pengalaman menggunakan teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri digital.

Namun, kreativitas siswa tetap menjadi unsur utama dalam menghasilkan karya. Mereka menentukan ide dan konsep permainan, kemudian mengembangkan gagasan tersebut melalui pembelajaran pemrograman serta pendampingan guru.

Sutopo mengatakan jurusan RPL menjadi salah satu program keahlian yang banyak diminati siswa di SMKN 1 Sanden. Selain jurusan mesin, program keahlian tersebut menarik perhatian siswa yang ingin mempelajari teknologi informasi, pengembangan perangkat lunak, dan keterampilan digital.

Minat tersebut sejalan dengan peluang kerja yang terbuka di sektor teknologi informasi. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan pengembangan perangkat lunak, pemrograman, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Pihak sekolah juga mencatat bahwa sejumlah lulusan RPL telah memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan teknologi informasi. Sebagian lulusan memulai perjalanan profesional melalui program magang, sedangkan lainnya melanjutkan pengalaman tersebut hingga bekerja sebagai karyawan.

Baca juga  Tempat Wisata Indoor di Jogja yang Wajib Dikunjungi Saat Cuaca Lagi Nggak Bersahabat

Kondisi itu memperkuat upaya sekolah dalam menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan praktik dan pembuatan produk digital, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenali proses kerja yang berkaitan dengan bidang keahlian mereka.

Salah seorang siswa SMKN 1 Sanden, Maulida Fitrah, mengaku tertarik memilih bidang RPL karena ingin mempelajari teknologi informasi. Ia juga melihat peluang kerja di sektor tersebut, termasuk kesempatan bagi lulusan sekolahnya untuk bergabung dengan perusahaan teknologi.

Ketertarikan terhadap peluang kerja itu menjadi salah satu pertimbangan siswa dalam memilih program keahlian. Selain memperoleh pengetahuan teknis, siswa juga dapat mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri melalui berbagai kegiatan praktik selama menempuh pendidikan.

SMKN 1 Sanden tidak hanya mengembangkan pembelajaran teknologi untuk siswa internal. Sekolah tersebut juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan pelatihan untuk memperluas pemahaman mengenai kecerdasan buatan dan pengembangan game kepada pendidik serta siswa dari jenjang pendidikan lain.

Salah satu kegiatan tersebut berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) AI yang melibatkan 20 guru dan kepala sekolah SMP. Melalui kegiatan ini, sekolah membuka kesempatan bagi para pendidik untuk mengenal pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung proses pembelajaran.

Selain itu, SMKN 1 Sanden menggelar diklat pembuatan game jam yang melibatkan 40 siswa SMP. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses pembuatan permainan digital sekaligus mengembangkan kreativitas melalui teknologi.

Sekolah juga menyelenggarakan diklat AI bagi guru dan karyawan serta sejumlah guru perwakilan SMK di wilayah sekitar. Program tersebut memperluas sasaran pembelajaran teknologi, sehingga pemanfaatan kecerdasan buatan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan belajar siswa jurusan RPL.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan upaya SMKN 1 Sanden untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang teknologi informasi. Sekolah tidak hanya mendorong siswa menghasilkan karya digital, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pendidik dan peserta didik dari sekolah lain.

Baca juga  Jumat Berkah di Jogja: 6 Masjid dengan Tradisi Makan Gratis yang Bikin Hati Hangat

Pencapaian 300 game oleh 216 siswa kelas XI RPL menjadi salah satu gambaran penerapan pembelajaran berbasis praktik di SMKN 1 Sanden. Para siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan ide secara mandiri, memanfaatkan perangkat pemrograman, serta mengenal penggunaan AI dalam proses kreatif.

Prestasi juara IV nasional dalam kompetisi di Semarang juga memberikan dorongan bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan. Pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi sarana untuk menguji hasil pembelajaran sekaligus mengenali standar pengembangan karya digital di luar lingkungan sekolah.

Di tengah perkembangan industri teknologi informasi, kemampuan pemrograman, kreativitas, pemecahan masalah, dan pemanfaatan AI menjadi keterampilan yang relevan untuk terus dikembangkan. Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Melalui jurusan RPL, SMKN 1 Sanden berupaya memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan materi pembelajaran dengan praktik pengembangan perangkat lunak. Siswa tidak hanya mempelajari cara menggunakan aplikasi, tetapi juga berlatih mengubah ide menjadi produk digital.

Ratusan game yang mereka hasilkan menjadi bukti aktivitas kreatif tersebut. Dengan dukungan guru, fasilitas pembelajaran, serta kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi, para siswa memiliki ruang untuk memperluas kemampuan dan mengenali potensi karier di bidang teknologi informasi.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi di sekolah kejuruan dapat memberikan ruang bagi kreativitas lokal. Melalui game yang mengangkat beragam ide, termasuk penggunaan bahasa Jawa, siswa SMKN 1 Sanden berpeluang memadukan keterampilan digital dengan identitas budaya mereka.

Ke depan, pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan pemrograman, memperkaya portofolio karya, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di bidang teknologi informasi.

Berita Terbaru

IMG_20261024_180304_139
Siswa SMKN 1 Sanden Bantul Ciptakan 300 Game Berbasis AI, Raih Juara 4 Nasional di Semarang
sedang_1572406749WhatsApp Image 2019-10-30 at 10.31
Hujan Mulai Guyur Bantul Setelah 161 Hari Kering, BPBD Pastikan Dropping Air Bersih Tetap Berlanjut
Apakah Hujan Pertama setelah Karhutla Aman
Apakah Hujan Pertama Aman? Ramai Kualitas Cuaca Karhutla Jadi Sorotan
Ilustrasi - jadwal Sprint Race MotoGP Jepang 2026 hari ini, Sabtu 3 Oktober, pukul 13.00 WIB, lengkap dengan link live streaming. (Pixabay/jigoba)
Jadwal Race Moto3 Australia 2026, Veda Ega Pratama Jam Berapa?
GALERI_20250602123208
4 Jejak Sejarah Malang: Dari Kerajaan Singasari Hingga Kawasan Heritage Kolonial

Terpopuler

Drama Korea Doctor X: Mafia in White atau Doctor X: Age of the White Mafia.
Doctor X Episode 5 Tayang Jam Berapa Hari Ini di Netflix? Simak Jadwal, Prediksi Cerita, dan Link Nontonnya
Kenapa ChatGPT muncul This Response Couldn’t Load? Ketahui arti error, penyebab, dan cara mengatasinya berdasarkan panduan resmi OpenAI.
Kenapa Chat GPT This response couldn’t load Terus? Ketahui Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasi Chat GPT Error
Apakah Mama Ghufron Masih Hidup
Apakah Mama Ghufron Meninggal atau Sekarang Masih Hidup? Cek Fakta Terbarunya di Sini
Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, pendidikan, karier, istri, orang tua, serta fakta soal hubungan keluarganya dengan Gus Dur. (Foto: Humas Kementerian ATR)
Nusron Wahid Anak Siapa? Ini Profil Menteri ATR dan Apakah Punya Hubungan Keluarga dengan Gus Dur
tamansari jogja
5 Situs Air Kuno Bersejarah di Jogja: Taman Raja hingga Jejak Pangeran Diponegoro