
KABAR JAWAย – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama SHIND Jogja menggelar pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan metode Losida Vermicompost dan Biowash di Kelurahan Warungboto, Kota Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 41 warga ini sekaligus menutup rangkaian pelatihan yang rutin dilaksanakan di berbagai kelurahan di Kemantren Umbulharjo.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Bestari Saintek atau Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi.
Program ini digagas oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui kegiatan ini, warga diperkenalkan dengan metode pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
Materi pelatihan mencakup pemanfaatan Losida, cacing pengurai, dan Biowash sebagai alternatif pengolahan limbah organik.
Lurah Warungboto, Ety Purnawati, S.ST, mengapresiasi UAJY dan SHIND Jogja yang telah memberikan edukasi mengenai alternatif pengolahan sampah organik kepada masyarakat setempat.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong warga untuk mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam keseharian masyarakat.
Kenali Metode Losida Vermicompost dan Biowash
Materi pelatihan disampaikan oleh dua dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, yakni Dra. Laurensia Indah Murwani Y., M.Si. dan Drs. Patricius Kianto Atmojo, M.Si.
Keduanya menjelaskan konsep pengolahan sampah organik sekaligus mendemonstrasikan praktik menggunakan Losida Vermicompost dan Biowash.
Losida Vermicompost merupakan metode pengolahan sampah organik dengan bantuan cacing pengurai.
Sementara itu, Biowash memanfaatkan cairan hasil fermentasi buah yang diperkenalkan dalam pelatihan sebagai alternatif untuk mendukung proses penguraian sampah organik.
Kedua metode tersebut diperkenalkan sebagai pilihan pengolahan limbah organik yang praktis dan relatif singkat.
Pengenalan metode ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengetahuan kepada warga agar dapat memilih alternatif pengelolaan sampah rumah tangga sesuai kondisi lingkungan mereka.
Laurensia menjelaskan bahwa Losida Vermicompost dan Biowash juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk.
Keterbatasan ruang dan lahan terbuka di lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu kondisi yang membuat kedua metode tersebut relevan untuk diperkenalkan kepada warga.
Dengan mengenal teknik pengolahan sampah organik tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pilihan untuk menangani limbah rumah tangga secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengelolaan sampah di luar rumah.
Selain memberikan pemahaman dan demonstrasi praktik, pelatihan ini diharapkan mendorong warga membagikan pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat di sekitarnya.
Drs. Patricius Kianto Atmojo, M.Si. berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman materi selama pelatihan, tetapi juga menerapkannya dan meneruskan pengetahuan tersebut kepada tetangga.
โKalau sudah dapat ilmu dari pelatihan dan bisa buat, diteruskan ke tetangganya supaya semua bergerak, sehingga Jogja tanpa sampah, resik, dan lestari,โ tutur Kianto saat menutup rangkaian pelatihan Losida Vermicompost dan Biowash di Kelurahan Warungboto pada 13 Oktober 2026.
Melalui Program Bestari Saintek, UAJY dan SHIND Jogja mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri bersama keluarga.
Pelatihan di Warungboto menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat memperluas penerapan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga ke lingkungan masyarakat.***