Naskah Upacara Senin 27 Oktober Tema Sumpah Pemuda 2025: Teks Peringatan HSP ke-97

Bagikan :
Ilustrasi naskah upacara Senin 27 Oktober 2025 tema Sumpah Pemuda/Unsplash

KabarJawa.com – Setiap hari Senin, berbagai instansi di Indonesia rutin melaksanakan upacara bendera sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Nah, pada Senin, 27 Oktober 2025 nanti, momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang jatuh sehari setelahnya, yakni pada 28 Oktober.

Bagi para pembina upacara, kesempatan ini tentu menjadi waktu yang tepat untuk menyampaikan amanat dengan tema kebangsaan, terutama tentang semangat Sumpah Pemuda.

Tahun ini, tema resmi yang diusung adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Tema ini menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan serta memajukan bangsa di tengah tantangan zaman.

Agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan penuh makna, Anda tentu membutuhkan naskah atau teks amanat yang sesuai dengan tema tersebut.

Oleh karena itu, berikut ini disajikan naskah upacara Senin, 27 Oktober 2025 dengan tema Sumpah Pemuda, yang bisa dijadikan referensi bagi pembina upacara dalam menyampaikan pesan inspiratif di hadapan peserta upacara.

Teks Amanat Pembina Upacara Senin 27 Oktober 2025 Sesuai Tema Hari Sumpah Pemuda

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para guru, staf, serta seluruh peserta upacara yang saya banggakan,

Pagi ini kita berdiri tegak di lapangan upacara, di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih yang berkibar dengan gagah.

Udara pagi ini terasa istimewa, karena kita sedang berada di penghujung bulan Oktober yakni bulan yang selalu identik dengan semangat Sumpah Pemuda.

Tepatnya, besok tanggal 28 Oktober 2025, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, momen penting yang selalu menjadi pengingat akan lahirnya semangat persatuan dan kebangkitan generasi muda Indonesia.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1928, para pemuda dari berbagai penjuru nusantara datang ke Jakarta dengan tekad yang sama yaitu menyatukan bangsa.

Mereka datang bukan dengan senjata, tetapi dengan semangat dan cita-cita. Dari pertemuan itulah lahir sebuah ikrar suci yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, yang berisi tekad bahwa mereka bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu yaitu Indonesia.

Sumpah itulah yang menjadi dasar berdirinya negara kita. Tanpa keberanian dan persatuan para pemuda kala itu, mungkin Indonesia tidak akan pernah merdeka seperti sekarang.

Oleh karenanya, setiap tahun peringatan Sumpah Pemuda selalu menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan untuk negeri ini.

Bapak, Ibu, serta anak-anakku sekalian,

Tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Tema ini bukan sekadar seruan, tetapi juga panggilan bagi kita semua agar tidak berhenti pada kata-kata.

“Bergerak” berarti berani keluar dari zona nyaman, mengambil langkah nyata, dan tidak menunggu perubahan datang begitu saja.

Sedangkan “bersatu” berarti menyadari bahwa kekuatan bangsa ini hanya akan tumbuh jika kita saling menghargai, saling mendukung, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Kita hidup di zaman yang jauh berbeda dengan masa 1928. Jika dulu para pemuda berjuang dengan bambu runcing, kini kita berjuang dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karya.

Namun semangatnya tetap sama yakni semangat untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Adapun pelajar yang giat menuntut ilmu, setiap guru yang dengan sabar mendidik, setiap petani yang bekerja di sawah, setiap tenaga kesehatan yang melayani masyarakat, semuanya adalah wujud nyata dari semangat Sumpah Pemuda masa kini.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Kalian adalah generasi penerus bangsa, generasi yang akan menentukan arah masa depan Indonesia. Gunakan masa muda kalian dengan sebaik-baiknya.

Isilah hari-hari dengan hal yang bermanfaat. Jangan mudah menyerah, jangan malas untuk belajar, dan jangan takut bermimpi besar.

Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini digenggam. Jadilah pemuda dan pemudi yang tangguh, berakhlak mulia, dan mencintai tanah airnya.

Ingatlah, kemajuan bangsa tidak bisa dibangun hanya oleh satu orang atau satu kelompok saja. Dibutuhkan kerja sama dan rasa persatuan dari seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, mari kita terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan saling menghargai di tengah perbedaan.

Jangan biarkan perbedaan pandangan, suku, atau agama memisahkan kita. Justru dari keberagaman itulah Indonesia menjadi kuat.

Saudara-saudara sekalian,

Menjelang Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita tanamkan tekad dalam hati untuk terus berbuat sesuatu bagi bangsa, sekecil apa pun itu.

Mulailah dari hal sederhana, misalnya berdisiplin di sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati guru dan orang tua, serta menolong sesama. Karena dari hal kecil yang dilakukan dengan tulus, akan lahir perubahan besar bagi negeri ini.

Dan pada akhirnya, mari kita bersama-sama memanjatkan doa dan harapan.

Semoga pemuda dan pemudi Indonesia selalu diberi semangat untuk terus bergerak maju, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan zaman, dan senantiasa menjaga persatuan bangsa.

Semoga para generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berani, cerdas, dan berakhlak mulia.
Semoga Indonesia terus melangkah ke depan sebagai bangsa yang kuat, damai, dan berdaulat.

Semoga nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang setiap tanggal 28 Oktober, tetapi benar-benar hidup dalam tindakan kita setiap hari.

Kita yakin, jika para pemuda dan pemudi Indonesia terus bergerak dengan semangat yang sama, maka Indonesia akan terus bersatu dan berjaya di mata dunia.

Sekian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nah, itu tadi naskah amanat Senin, 27 Oktober 2025 tema Sumpah Pemuda yang bisa Anda jadikan referensi saat kegiatan upacara bendera. Semoga bermanfaat.***

Baca juga  Sambutan Hari Sumpah Pemuda 2025, Teks Singkat Sesuai Tema HSP ke-97

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya