
Kabar Jawa – Guru dapat mengunduh modul P5 Bhinneka Tunggal Ika Fase A Kurikulum Merdeka secara gratis melalui situs resmi Kemendikbud. Tersedia tema lengkap dan langkah download modul P5 SD kelas 1 dan 2.
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, salah satu komponen penting yang tidak dapat dipisahkan adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Untuk membantu pelaksanaan projek ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah menyediakan berbagai modul projek yang bisa dimanfaatkan oleh para guru, salah satunya adalah Modul P5 Bhinneka Tunggal Ika untuk Fase A.
Fase A mencakup peserta didik pada jenjang kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar. Modul ini dirancang khusus untuk mengenalkan nilai-nilai keberagaman, toleransi, serta semangat kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini.
Tema Modul Projek Bhinneka Tunggal Ika Fase A
Dalam modul P5 Bhinneka Tunggal Ika Fase A, terdapat sejumlah tema yang dirancang untuk membangun pemahaman siswa terhadap nilai keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tema-tema tersebut mencakup:
- Berdamai dengan Diri: Happy Jadi Diri Sendiri
Membantu siswa mengenali identitas diri mereka sendiri—baik dari sisi suku, agama, dan asal usul—serta membiasakan mereka menerima perbedaan. - Bhinneka Tunggal Ika
Mengajarkan nilai persatuan di tengah keberagaman budaya, agama, dan suku. Siswa diajak untuk memahami pentingnya kerja sama demi kemajuan bangsa. - Merangkul Keberagaman dalam Kebersamaan
Projek ini mendorong siswa untuk menghargai perbedaan dan menumbuhkan rasa syukur atas karunia keragaman bangsa Indonesia. - Diriku Dirimu Hebat Budayaku Budayamu Mantap
Bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal dan nasional, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya masing-masing. - Berbeda Itu Indah
Siswa diperkenalkan dengan berbagai agama melalui video edukatif dan aktivitas kreatif seperti mewarnai gambar tokoh agama. - Hadiah untuk Teman
Projek ini ditujukan untuk mengembangkan empati dan penguatan nilai persahabatan melalui praktik berbagi hadiah. - Merayakan Indahnya Kebudayaan Indonesia
Siswa diajak untuk mengenal kekayaan budaya melalui kegiatan seperti kunjungan ke tempat budaya dan perpustakaan. - Kita Berbeda, Kita Bersama
Fokus pada penguatan karakter dan sikap saling menghargai dalam keberagaman.
Jenis Perangkat Ajar dalam Kurikulum Merdeka
Terdapat tiga jenis perangkat ajar yang disediakan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka:
- Modul Ajar: Berfungsi seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) namun dengan konten yang lebih lengkap.
- Bahan Ajar: Materi atau referensi utama untuk proses pembelajaran.
- Modul Projek: Dokumen berisi panduan pelaksanaan projek lintas disiplin yang ditujukan untuk memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Panduan Download Modul P5 Bhinneka Tunggal Ika Fase A
Guru dapat mengakses modul ini melalui laman resmi Guru Kemendikbud. Berikut cara mengunduhnya:
- Kunjungi situs Guru Kemendikbud.
- Cari perangkat ajar bertema “Bhinneka Tunggal Ika Fase A”.
- Klik bagian “Unduh Perangkat Ajar” pada halaman detail.
- Untuk Modul Ajar/RPP+, klik pertemuan yang diinginkan dan tekan “Unduh Semua”.
- Pengguna tidak wajib login, namun jika ingin mengunduh lebih dari tiga kali, login ke akun Merdeka Mengajar diperlukan.
Perlu dicatat bahwa untuk dokumen berlisensi seperti buku, pengguna hanya dapat mengunduhnya jika telah login ke platform.
Akses dan Manfaat Modul P5 bagi Guru
Modul P5 ini dapat dijadikan panduan praktis bagi guru dalam menyusun kegiatan projek berbasis pembelajaran kontekstual. Modul ini tidak hanya memuat langkah-langkah pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menyediakan media, asesmen, dan tujuan pembelajaran yang selaras dengan karakteristik anak usia dini.
Dengan modul ini, guru memiliki alat bantu yang efektif untuk menanamkan nilai Pancasila secara konkret di kehidupan sehari-hari siswa. Implementasi projek yang menyenangkan dan interaktif dapat membentuk pribadi siswa yang lebih menghargai perbedaan dan bersikap inklusif.
Modul P5 Bhinneka Tunggal Ika Fase A bukan hanya dokumen pembelajaran, tetapi juga jembatan awal pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.
***