M. Nur Kholis Setiawan: Kualitas Amal Bergantung pada Kebersihan Hati, Bukan Kuantitas Visual

Bagikan :
M. Nur Kholis Setiawan, melalui ulasan mendalam terhadap kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari, memberikan perspektif tajam mengenai perbedaan mendasar antara amal yang lahir dari ketamakan batin dengan amal yang muncul dari kebersihan hati. (Youtube/ Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan Channel)

KabarJawa.com – Dalam diskursus spiritualitas Islam, seringkali muncul pertanyaan mengenai apa yang membuat sebuah ibadah diterima di sisi Tuhan. M. Nur Kholis Setiawan, melalui ulasan mendalam terhadap kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari, memberikan perspektif tajam mengenai perbedaan mendasar antara amal yang lahir dari ketamakan batin dengan amal yang muncul dari kebersihan hati.

Fokus utama yang ditekankan adalah bahwa nilai sebuah perbuatan tidak terletak pada tampilan fisiknya, melainkan pada kejujuran niat pelakunya.

Definisi Amal yang Baik

Menurut pemaparan M. Nur Kholis Setiawan, sebuah amal dikategorikan sebagai Khusnul a’mali atau amal yang baik apabila perbuatan tersebut bersih dari segala bentuk pretensi atau penghalang spiritual. Ketulusan ini menjadi syarat mutlak agar sebuah tindakan memiliki bobot di hadapan Allah SWT. M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa amal yang baik adalah amal yang “sepi” dari kepentingan-kepentingan pribadi yang dapat menggugurkan nilai ibadah tersebut.

“Definisi amal yang baik, perbuatan kebaikan yang baik adalah perbuatan atau amal perbuatan yang memang sepi atau jauh dari pretensi atau jauh dari hal-hal yang menghalangi diterimanya amal perbuatan itu,” tegasnya.

Baca juga  Jam Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri T2 Gelombang 2 Unsrat 2026, Cara Cek Kelulusan dan Jadwal Daftar Ulang

Kontras Tajam: Ketamakan vs Kebersihan Hati

Salah satu poin paling krusial yang diangkat oleh M. Nur Kholis Setiawan adalah paradoks kuantitas amal. M. Nur Kholis Setiawan menyatakan bahwa amal yang secara kasat mata terlihat sedikit, namun dikerjakan dengan hati yang bersih, penuh kezuhudan, dan semata-mata karena Allah, akan memiliki nilai yang luar biasa besar. Sebaliknya, amal yang terlihat melimpah secara kuantitas namun didorong oleh hati yang tamak, seperti mengharapkan pujian, pengakuan, atau kepentingan duniawi lainnya, akan menjadi sia-sia dan tidak memiliki arti spiritual.

Ketamakan dalam beramal seringkali muncul dalam bentuk “pamrih” yang halus. M. Nur Kholis Setiawan menekankan bahwa saat melakukan sebuah amal perbuatan, hati harus hadir sepenuhnya hanya untuk Allah. Jika hati tercemar oleh berbagai kepentingan selain Allah, maka amal tersebut kehilangan esensinya sebagai bentuk penghambaan yang murni.

Stabilitas Jiwa sebagai Fondasi Ketulusan

M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa kualitas amal yang baik (Khusnul a’mali) merupakan hasil atau buah dari kondisi jiwa yang stabil (Khusnul akhwali). Seseorang yang memiliki stabilitas jiwa mampu mengelola batinnya dengan sangat baik saat melakukan ibadah, sehingga ia tidak lagi terjebak pada keinginan-keinginan yang bersifat transaksional dengan Tuhan.

Baca juga  UAJY dan Pemkab Sleman Perluas Akses Pendidikan Tinggi Lewat Program Beasiswa Sleman Pintar

“Amal perbuatan yang baik lahir dari kondisi dimana hati itu berhati-hati, mampu memanage dengan sangat baik kondisi kejiwaan juga stabil dalam arti ia mampu dengan sangat baik semata-mata melakukan itu hanya karena Allah bukan karena yang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, M. Nur Kholis Setiawan merinci bahwa ketulusan total berarti seseorang tidak lagi mengejar balasan yang cepat di dunia maupun sekadar mengharapkan pahala di akhirat sebagai motif utama dalam beraksi.

M. Nur Kholis Setiawan menyatakan, “Seseorang sama sekali tidak berharap balasan yang cepat, jadi balasan yang ada di dunia, walau orang ganjaran ajilin… artinya nanti balasan di akhirat”.

Proses Ma’rifatullah dan Peran Tasawuf

Untuk mencapai derajat kebersihan hati tersebut, M. Nur Kholis Setiawan mengajak para penyimak untuk melalui proses pembelajaran batin yang tak kenal henti melalui konsep maqomat atau tingkatan spiritual. Melalui proses ini, seorang hamba akan memperoleh Ma’rifatullah atau pengenalan yang lebih dalam terhadap Allah. Semakin baik pengenalan seseorang kepada Tuhannya, maka hatinya akan semakin luas, batinnya semakin tenang, dan perilakunya akan semakin istikamah.

Baca juga  Perbedaan Prapendaftaran dan Pengajuan Akun SPMB Jakarta 2025: Apa Beda Jauh?

M. Nur Kholis Setiawan menyimpulkan bahwa tasawuf adalah piranti utama untuk memperhalus budi pekerti dan menghindarkan diri dari “penyakit hati” yang halus, seperti godaan untuk merasa memiliki amal (klaim) atau beribadah karena takut neraka dan ingin surga semata. Pada akhirnya, kebersihan hati adalah sebuah anugerah yang diperoleh melalui ikhtiar yang konsisten untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya