Mengenal Tembung Garba, Kata Sambung Unik dalam Bahasa Jawa: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Bagikan :
Ilustrasi mengenal Tembung Garba dalam Bahasa Jawa (Pexels// cottonbro studio)

KabarJawa.com – Bahasa Jawa dikenal memiliki kekayaan tata bahasa yang luar biasa. Salah satu keunikannya adalah adanya teknik penyambungan dua kata menjadi satu untuk mempersingkat pengucapan, yang disebut dengan Tembung Garba.

Bagi Anda yang sedang mempelajari sastra Jawa atau Tembang Macapat, istilah ini pasti sering terdengar. Namun, apa sebenarnya Tembung Garba itu?

Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Tembung Garba

Sederhananya, Tembung Garba adalah gabungan dua kata atau lebih yang diringkas menjadi satu kata baru dengan pengurangan jumlah suku kata.

Peleburan kata ini tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat aturan fonetik yang harus diperhatikan, misalnya perangkaian dengan fonem ‘w’, fonem ‘y’, atau perubahan vokal.

Fungsi Tembung Garba

Lantas, mengapa perlu ada singkatan kata-kata tersebut? Jadi, fungsi utama Tembung Garba adalah untuk memenuhi aturan Guru Wilangan (jumlah suku kata per baris) dalam pembuatan Tembang Macapat.

Jika sebuah kalimat terlalu panjang, pujangga akan menggunakan Tembung Garba untuk memangkas jumlah suku kata agar pas dengan aturan tembang.

Baca juga  Memahami Fungsi dan Cara Menulis Aksara Swara dalam Ejaan Bahasa Jawa

Selain itu juga untuk mempermudah Pengucapan. Dimana sebuah kalimat bakal terasa lebih mengalir dan ringkas saat diucapkan.

Lebih lanjut, Tembung Garba juga akan memberikan kesan puitis dan indah. Oleh karena itu, Tembung Garba lebih sering bersifat bahasa sastra.

Meskipun bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari, Tembung Garba biasanya hanya diperbolehkan untuk komunikasi dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda.

Penggunaan kata-kata ini kepada orang tua dianggap kurang sopan karena sifatnya yang menyingkat dan terkesan santai.

Rumus dan Contoh Tembung Garba

Agar lebih mudah memahaminya, berikut adalah daftar contoh Tembung Garba yang sering digunakan, dikelompokkan berdasarkan pola penggabungannya:

Perubahan Bunyi Vokal

  • Narendra = Nara + Indra (Raja)
  • Sutendra = Suta + Indra
  • Prapteng = Prapta + Ing (Datang di)
  • Aneng = Ana + Ing (Ada di)
  • Sitinggil = Siti + Inggil (Tanah tinggi)
  • Mungging = Mungguh + Ing

Sisipan Bunyi ‘Y’

  • Sugyarta = Sugih + Arta (Kaya uang)
  • Kalyan = Kalih + Lan (Dan/Dengan)
  • Sedyarsa = Sedya + Arsa (Berniat akan)
  • Taksyalit = Taksih + Alit (Masih kecil)
  • Dhemenyar = Dhemen + Anyar (Suka hal baru)
  • Kadya = Kadi + Kaya (Seperti)
Baca juga  Mengulik Arti Kata "Pangapunten" dan Maknanya bagi Orang Jawa

Sisipan Bunyi ‘W’

  • Jalwestri = Jalu + Estri (Laki-laki dan perempuan)
  • Ratwelok = Ratu + Elok
  • Dadyawuh = Dadi + Ewuh (Menjadi sungkan/ribet)
  • Murweng = Murwa + Ing

Penggabungan Lainnya

  • Prawirotama = Prawiro + Utama (Prajurit utama)
  • Priyagung = Priya + Agung
  • Sireku = Sira + Iku (Kamu itu)
  • Yeku = Ya + Iku (Yaitu)
  • Sinom = Isih + Enom (Masih muda)
  • Sumbangsih = Sumbang + Asih
  • Tankocap = Tanpa + Ucap
  • Mahameru = Maha + Meru

Teknik Menyambung Dua Kata

Jadi kesimpulannya, Tembung Garba adalah teknik menyambung dua kata menjadi satu dengan mengurangi suku katanya untuk tujuan keindahan sastra maupun efisiensi pengucapan.

Adapun contoh yang paling populer adalah “Aneng” (dari Ana + Ing) dan “Narendra” (dari Nara + Indra).

Sementara itu, kini diketahui pula bahwa memahami Tembung Garba juga merupakan kunci agar siapapun bisa menikmati dan memahami isi dari Tembang-tembang Jawa klasik.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya