
KabarJawa.com – Saat kita pertama kali belajar membaca Aksara Jawa, seseorang mungkin akan bertanya-tanya soal satu hal yaitu mengenai “Kenapa huruf ini dibaca ‘A’, padahal di tabel Hanacaraka tertulis ‘Ha’?”
Jika Anda memiliki pertanyaan serupa, Anda tak sendirian. Adanya huruf Ha (ꦲ) yang sering dibaca A sebenarnya merupakan salah satu kunci fundamental dalam menguasai baca-tulis Aksara Jawa.
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Apakah Huruf “Ha” Selalu Dibaca “A”?
Dalam sistem penulisan Aksara Jawa (Hanacaraka), huruf pertama adalah Ha (ꦲ). Namun, dalam praktik pelafalan Bahasa Jawa sehari-hari, huruf ‘H’ di awal kata sering kali luluh, samar, atau bahkan hilang sama sekali.
Secara tulisan, aksara ini tetap ditulis sebagai “Ha”. Namun, secara bacaan, suara /h/ sering kali tidak diucapkan, sehingga terdengar vokal “A” saja.
Contoh Kasus: Kata “ana”. Dalam Aksara Jawa, kata ini ditulis: Ha (ꦲ) + Na (ꦤ) = ꦲꦤ.
Cara Bedakan Membaca “Ha” dan “A”
Untuk membedakan kapan kita membaca atau menulis bunyi “A”, kita harus melihat konteks jenis aksara yang digunakan. Setidaknya, ada dua jenis aksara yang mewakili bunyi ini antara lain sebagai berikut.
Aksara Ha (ꦲ) – Aksara Nglegena (Dasar)
Ini adalah aksara yang paling umum digunakan untuk kata-kata asli Bahasa Jawa. Adapun aksara ini digunakan untuk kata dasar sehari-hari dalam Bahasa Jawa.
Meskipun bentuknya “Ha”, jika posisinya di awal kata, ia sering kali dibaca sebagai vokal “A”. Huruf ‘H’-nya dianggap ada tapi tidak dibunyikan (silent H).
Contoh:
Aku (Saya) – Ditulis: Haku (ꦲꦏꦸ)
Aja (Jangan) – Ditulis: Haja (ꦲꦗ)
Alas (Hutan) – Ditulis: Halas (ꦲꦭꦱ꧀)
Aksara A (ꦄ) – Aksara Swara (Vokal Mandiri)
Berbeda dengan Ha, aksara ini adalah aksara vokal murni. Aksara ini jarang digunakan untuk kata harian. Fungsinya khusus untuk menulis kata serapan dari bahasa asing, nama orang, nama tempat, atau gelar kehormatan untuk mempertegas pelafalan vokal. Jadi, cara bacanya ialah mutlak dibaca “A” yang tegas.
Contoh:
Amerika – Menggunakan Aksara Swara A (ꦄ).
Agustus – Menggunakan Aksara Swara A (ꦄ).
Al-Qur’an – Menggunakan Aksara Swara A (ꦄ).
Kunci Membaca Aksara Jawa
Jadi kesimpulannya, cara membedakan huruf “Ha” yang dibaca “A” terletak pada asal katanya. Jika itu adalah kata asli Bahasa Jawa (seperti Ana, Aku, Awan), maka penulisannya menggunakan aksara Ha (ꦲ) namun dibaca “A”.
Akan tetapi, apabila itu adalah nama asing atau kata serapan (seperti Arab, Amerika), barulah menggunakan Aksara Swara A (ꦄ).
Begitulah kiranya pembahasan mengenai huruf “Ha” yang dibaca “A” supaya Anda tidak akan bingung lagi saat mengeja kalimat dalam Aksara Jawa.***