
KabarJawa.com – Jika kita tinggal di tanah Jawa, khususnya di daerah yang masih kental adatnya, misalnya Yogyakarta atau Solo, maka secara tak langsung kita akan dituntut untuk memahami Unggah-ungguh atau tata krama bahasa.
Pasalnya, saat berbicara dengan orang yang lebih tua, atasan, atau tokoh masyarakat, menggunakan Bahasa Jawa Ngoko (kasar) dianggap kurang sopan. Di sinilah peran Basa Krama Inggil sangat diperlukan.
Secara harfiah, Inggil berarti tinggi atau mulia. Jadi, kosakata ini digunakan untuk meninggikan atau memuliakan lawan bicara kita.
Bagi Anda yang baru belajar, sebenarnya Anda tak perlu langsung menghafal kalimat panjang yang rumit. Cukup kuasai kata-kata pendek yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari ini. Untuk itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut daftarnya.
Kumpulan Kata-kata Krama Inggil dalam Kehidupan Sehari-hari
Kata Ganti Orang
Ini adalah dasar yang cukup fatal jika salah ucap. Jangan sampai tertukar antara sebutan untuk diri sendiri dan orang yang dihormati. Berikut beberapa diantarnaya.
- Kamu / Anda
- Krama Inggil: Panjenengan
- Dia
- Krama Inggil: Piyambakipun
- Kita / Kami
- Krama: Kita
Sementara itu,, gunakan kata “Dalem” saat dipanggil orang tua (sebagai pengganti kata “Saya” atau “Ya”). Gunakan “Panjenengan” untuk menyebut orang tua/guru.
Kata Kerja atau Aktivitas Sehari-hari
Sering kali kita perlu menanyakan atau mempersilakan orang tua melakukan sesuatu. Gunakan kata-kata ini:
- Duduk
- Ngoko: Lungguh
- Krama Inggil: Pinarak / Lenggah
- Bertanya
- Ngoko: Takon
- Krama Inggil: Ndangu
- Berbicara
- Ngoko: Kandha
- Krama Inggil: Ngendika
- Menyuruh
- Ngoko: Akon / Kongkon
- Krama Inggil: Ndawuhi
- Memberi
- Ngoko: Wenehi / Aweh
- Krama Inggil: Maringi / Nyaosi
- Meminta
- Ngoko: Njaluk
- Krama Inggil: Mundhut
- Meminjam
- Ngoko: Nyilih
- Krama Inggil: Ngampil
- Memanggil
- Ngoko: Undang
- Krama Inggil: Nimbali
- Pulang
- Ngoko: Mulih
- Krama Inggil: Kondur
Anggota Tubuh dan Identitas
Saat menanyakan kabar atau kondisi fisik orang tua, gunakan istilah berikut agar terdengar santun:
- Nama
- Ngoko: Jeneng
- Krama Inggil: Asma
- Badan / Tubuh
- Ngoko: Awak
- Krama Inggil: Salira
- Kepala
- Ngoko: Endhas
- Krama Inggil: Mustaka
- Hati / Perasaan
- Ngoko: Ati
- Krama Inggil: Penggalih
- Alis
- Krama Inggil: Imba
- Dahi
- Krama Inggil: Palaparan
- Pinggang
- Krama Inggil: Wangkingan
Kata Sifat dan Kata Tunjuk
Kata-kata pendek ini sangat berguna untuk menjawab pertanyaan atau basa-basi singkat.
- Senang / Gembira
- Ngoko: Bungah
- Krama Inggil: Rena
- Sakit
- Ngoko: Lara
- Krama Inggil: Gerah
- Sembuh
- Ngoko: Waras
- Krama Inggil: Dhangan
- Punya
- Ngoko: Duwe
- Krama Inggil: Kagungan
- Pakai
- Ngoko: Enggo
- Krama Inggil: Agem
- Ya
- Krama: Inggih / Injih (Sering disingkat “Nggih”)
- Tidak
- Krama: Mboten
- Terima Kasih
- Krama: Matur Nuwun
- Permisi / Maaf
- Krama: Nuwun Sewu
- Silakan
- Krama: Mangga
Kata Tanya
- Apa: Menapa
- Siapa: Sinten
- Di mana: Wonten Pundhi
- Bagaimana: Kadospundi
- Kapan: Kala menapa / Benjang menapa
- Yang mana: Ingkang pundi
Ada Banyak Kata
Jadi kesimpulannya, kosakata Kromo Inggil untuk sehari-hari adalah Panjenengan, Ngendika, dan Agem. Selain itu, ada pula beberapa kata-kata lain seperti yang sudah disebutkan di atas.
Intinya, belajar Bahasa Jawa Krama Inggil memang membutuhkan pembiasaan. Yang mana, rumusnya yaitu gunakan kata Krama Inggil untuk orang lain (lawan bicara yang dihormati), dan gunakan Krama Lugu atau Ngoko untuk diri sendiri.***