Arti Peribahasa “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe” dan Makna Tersembunyi di Baliknya

Bagikan :
Ilustrasi arti peribahasa ‘Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe’ (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Dalam khazanah budaya Jawa, terdapat banyak peribahasa  yang memuat ajaran moral tingkat tinggi. Salah satu yang paling melegenda dan sering dijadikan pedoman hidup adalah “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe”.

Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah prinsip etos kerja dan pengabdian yang mendalam. Lantas, apa sebenarnya arti dan filosofi tersembunyi di baliknya? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, mari kita bedah makna selengkapnya.

Apa Arti “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe”?

Untuk memahaminya, mari kita bedah arti kata per kata dari peribahasa ini:

Sepi ing Pamrih

  • Sepi: Sunyi, jauh, atau tidak ada.
  • Pamrih: Keinginan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, imbalan, pujian, atau sanjungan.
  • Arti: Menjauhkan diri dari niat mencari keuntungan pribadi atau pujian.

Rame ing Gawe

  • Rame: Ramai, giat, sibuk, atau aktif.
  • Gawe: Pekerjaan atau perbuatan.
  • Arti: Sangat giat, aktif, dan sungguh-sungguh dalam bekerja.

Sederhananya, peribahasa ini berarti seseorang harus bekerja keras dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas, tanpa sibuk memikirkan imbalan, pujian, atau keuntungan materi semata.

Baca juga  7 Ungkapan Basa-basi dalam Bahasa Jawa yang Masih Sering Digunakan Sehari-hari

Ketulusan di atas Segalanya

Dalam konteks pekerjaan sehari-hari, falsafah ini mengajarkan tentang profesionalitas berbasis keikhlasan.

Orang Jawa diajarkan untuk fokus pada “kualitas pekerjaan” itu sendiri. Ketika seseorang bekerja, ia harus mencurahkan segala kemampuannya.

Namun di saat yang sama, hatinya harus ditata agar tidak semata-mata mengejar uang atau validasi orang lain.

Hasil maupun imbalannya dipercaya akan mengikuti kualitas usaha. Jika tujuannya hanya materi, pekerjaan akan terasa berat. Namun jika niatnya adalah pengabdian, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan.

Makna bagi Seorang Pemimpin

Secara lebih luas, peribahasa ini adalah “jimat” atau pegangan wajib bagi seorang pemimpin atau pejabat publik. Misalnya, seorang pemimpin harus rame ing gawe ataupun sibuk bekerja mengurusi rakyatnya, bukan sibuk memperkaya diri sendiri.

Lebih lanjut, falsafah ini jug aakan menuntut seorang pemimpin untuk mematikan ego dan ambisi pribadi demi tujuan yang lebih besar, yakni kesejahteraan masyarakat atau organisasi yang dipimpinnya.

Itu artinya, pemimpin yang memegang teguh prinsip ini adalah sosok yang dinanti-nantikan masyarakat, karena ia memimpin dengan niat suci untuk mengabdi, bukan untuk berkuasa.

Baca juga  Transformasi Bahasa Jawa: Antara Dialek Lokal, Bahasa Media Sosial, dan Ancaman Kepunahan

Pedoman Hidup Bermasyarakat

Sementara itu, dalam kehidupan sosial, “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe” mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang bermanfaat.

Prinsip ini mengajarkan bahwa berbuat baik tidak perlu menantikan apa untungnya saja. Kebaikan dilakukan demi kebaikan itu sendiri. Dengan demikian, tercipta harmoni di lingkungan sekitar karena setiap individu berkontribusi maksimal tanpa saling sikut demi keuntungan pribadi.

Ketulusan Hati, Tidak Mengharapkan Pujian

Jadi kesimpulannya, arti peribahasa “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe'”adalah anjuran untuk bekerja keras dan berkarya secara sungguh-sungguh dengan didasari ketulusan hati, tanpa mengharapkan pujian, imbalan, atau keuntungan pribadi.

Falsafah ini mengajarkan bahwa kehormatan seseorang tidak dinilai dari apa yang ia dapatkan, melainkan dari apa yang telah ia kerjakan dan berikan kepada orang lain.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid