Yogyakarta, Kabarjawa – Tiga siswa asal Yogyakarta berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional jenjang pendidikan menengah. Ketiganya mencatatkan prestasi di bidang geografi, kebumian, dan biologi.
Pengumuman para peraih medali OSN 2026 berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). Acara tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
OSN 2026 menjadi bagian dari program pengembangan talenta murid yang diselenggarakan pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Rangkaian seleksinya dilakukan secara bertahap hingga tingkat nasional.
Tiga siswa yang membawa nama Yogyakarta dalam daftar peraih medali emas OSN 2026 adalah:
- Langit Ar Abrar Rafa Kurniawan, siswa SMAN 1 Yogyakarta yang meraih medali emas untuk bidang Geografi.
- Kidung Hayumatari Laras Kinanthi, siswa SMAN 3 Yogyakarta yang meraih medali emas untuk bidang Kebumian.
- Ramandanu Adinoto Wijoyo, siswa SMA Kesatuan Bangsa, Bantul yang meraih medali emas untuk bidang Biologi.
566 Finalis Ikuti OSN Nasional 2026
Sebanyak 566 finalis dari berbagai daerah mengikuti babak nasional OSN 2026. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang sains, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Geografi, Kebumian, Ekonomi, dan Astronomi.
Para finalis sebelumnya telah melewati seleksi secara berjenjang. Puspresnas menyebut peserta OSN nasional merupakan siswa yang berhasil melalui tahapan seleksi sebelumnya, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga semifinal.
Penyelenggaraan OSN sendiri diarahkan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan talenta peserta didik. Puspresnas menyebut proses tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan inovatif.
Daftar Peraih Medali Emas OSN 2026
Berikut daftar lengkap peraih medali emas OSN SMA 2026 berdasarkan bidang perlombannnya:
Informatika
- Marcellinus Marvel Fatolosja – SMAS Strada St Aquino Tangerang, Banten
- Lionel Christensen Wijaya – SMA Katolik St Louis 1 Surabaya, Jawa Timur
- Gerardus Paxton Mardhi – SMA Kanisius, DKI Jakarta
- Ricky Reynaldi – SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat
- Ahmad Yazin Muhandis – SMAS Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, Banten
Geografi
- Aviliani Wijaya – SMAS Budi Mulia, DKI Jakarta
- Langit Ar Abrar Rafa Kurniawan – SMAN 1 Yogyakarta
- Muhammad Rasya Rizmanullah – SMAN 1 Bekasi, Jawa Barat
- Fajri Ahmad Baihaqi – SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah
- Axel Dwi Putra – SMAS Budi Mulia, DKI Jakarta
Aviliani Wijaya tercatat sebagai Absolute Winner sekaligus meraih penghargaan Best Written Response Test. Fajri Ahmad Baihaqi juga memperoleh penghargaan Best Fieldwork Exercise.
Matematika
- Axelleon Reinhart Tandani – SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten
- Hansen Marcello Chandra – SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten
- Philbert Mayer – SMAS Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara
- Ketut Andra Nugraha Utama – SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
- Jenover Viano Yoshield – SMA Pelita Cemerlang Pontianak, Kalimantan Barat
Kebumian
- Byantara Arkana Nadif – SMAN 1 Padang, Sumatera Barat
- Bumi Jauhar Khawarizmi – MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
- Kayllen Gracie Kohari – SMAS Kristen Petra 1 Surabaya, Jawa Timur
- Kidung Hayumatari Laras Kinanthi – SMAN 3 Yogyakarta
- Muammar Akhtar Djanuarto – MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
Byantara Arkana Nadif tercatat sebagai Absolute Winner sekaligus meraih penghargaan Best Theoretical Test dan Best Practical Test.
Fisika
- Ferrel Gabriel – SMAS 1 Kristen BPK Penabur, Jakarta
- Raffa Syahriza – SMAN 48 Jakarta
- Davino Sugianto – SMAS 1 Kristen BPK Penabur, Jakarta
- Devin Cahyadi – SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten
- Aladdin Naufal Surahman – SMAN 8 Jakarta
Ferrel Gabriel menjadi Absolute Winner, sedangkan Raffa Syahriza meraih penghargaan Best Theory.
Kimia
- Renault Tjandera – SMAS Santa Laurensia, Banten
- Jayvin Staley Chen – SMAS Kharisma Bangsa, Banten
- Kevin Kandiawan – SMAS Katolik Rajawali Makassar,
Sulawesi Selatan - Hanin Khairunnisa Fauzan – SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
- Hilarius Jenson Phang – SMA Ignatius Global School Palembang, Sumatera Selatan
Renault Tjandera menjadi Absolute Winner sekaligus memperoleh penghargaan Best Theory dan Best Experiment.
Astronomi
- Jovan Rafael Natalieputra – SMAS 1 Kristen BPK Penabur
- Jovantinus Efraim Ong – SMA Kristen Petra 2 Surabaya, Jawa Timur
- Wigar Niscala Ghiyats Sambas – SMAN 8 Jakarta
- Muhammad Genta Ksatria Bumi – MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
- Dean Alvano Zaghlul – MAN 2 Pekanbaru, Riau
Jovan Rafael Natalieputra meraih penghargaan Best Data Analysis, sedangkan Muhammad Genta Ksatria Bumi memperoleh Best Theory.
Biologi
- Michael Davin Hadi – SMAS 1 Kristen BPK Penabur
- Gunadi Putra Buntori – SMAS Kristen Petra 1 Surabaya,
Jawa Timur - Vincent Dhammara Alvi – SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten
- Azzahra Nabila Sofian – SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur
- Ramandanu Adinoto Wijoyo – SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, Yogyakarta
Ekonomi
- Ananda Osho Manuel – SMAS Kanisius Jakarta
- Destra Ardhu Wijaya – SMAN 2 Purwokerto, Jawa Tengah
- Darren Jeonathan – SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta
- Nadine Andini Wirawan – SMAS Tunas Muda, Jakarta
- Rafif Hideyuki Ihsan – SMAS Islam Al-Azhar 1 Jakarta
Ananda Osho Manuel menjadi Absolute Winner sekaligus meraih penghargaan Best Economics & Finance. Destra Ardhu Wijaya memperoleh penghargaan Best Business Case.
Peraih Medali OSN Bisa Ikut Pembinaan Lanjutan
Prestasi di OSN 2026 bukan menjadi tahap akhir bagi para siswa peraih medali. Kemendikdasmen menyiapkan pembinaan lanjutan bagi peserta dengan capaian terbaik sebagai bagian dari proses seleksi untuk mewakili Indonesia di kompetisi sains internasional.
Beberapa ajang internasional yang menjadi tujuan pembinaan tersebut antara lain International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
Pola pembinaan berjenjang seperti ini juga telah diterapkan Puspresnas pada cabang-cabang tertentu. Pada bidang kebumian, misalnya, peraih medali OSN menjadi bagian dari proses seleksi dan pembinaan menuju IESO.