19 Ribu Siswa di Kota Yogyakarta Serentak Ikuti MPLS, Sekolah Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan dan Anti Perundungan

Bagikan :
Ribuan siswa baru mengikuti kegiatan pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 di Kota Yogyakarta. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARJAWA – Suasana penuh semangat dan haru mewarnai pagi pertama masuk sekolah di Kota Yogyakarta. Lebih dari 19 ribu siswa baru dari jenjang TK, SD, hingga SMP mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak. Di bawah langit cerah, para guru menyambut kedatangan mereka dengan senyum dan doa terbaik.

MPLS tahun ini bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, melainkan momen strategis untuk membentuk karakter sejak awal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, hadir langsung membuka MPLS di SMPN 1 Yogyakarta. Ia menyampaikan pesan penting kepada seluruh sekolah di kota tersebut.

“Kami ingin MPLS menanamkan karakter peduli dan cinta lingkungan. Kami ingin sekolah rutin mengadakan bersih-bersih dan menanamkan budaya memilah sampah sejak dini,” ujarnya pada Senin, 14 Juli 2025.

Yunianto menekankan pentingnya membangun kebiasaan membuang sampah berdasarkan jenisnya—organik, anorganik, dan residu. Menurutnya, perilaku kecil ini bisa berdampak besar jika diterapkan secara konsisten sejak dini.

“Kami dorong seminggu sekali ada bersih-bersih sekolah dan lingkungan. Pemilahan sampah harus dilakukan berjenjang. Kalau mereka sejak kecil terbiasa, kelak saat dewasa mereka akan mempraktikkannya di manapun berada,” tambahnya.

Baca juga  Antusiasme Tinggi! ITS Terima 1.547 Mahasiswa Lewat SNBP 2025 dari 18.028 Pendaftar

MPLS Sebagai Media Adaptasi dan Penanaman Nilai

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyampaikan bahwa MPLS berlangsung selama lima hari.

Dalam kurun waktu tersebut, siswa akan dikenalkan dengan nilai-nilai karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, antara lain bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

“Kami ingin MPLS membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, dan teman-temannya. Jika anak-anak merasa nyaman, pembelajaran akan berjalan lebih baik,” kata Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap Jumat akan digelar kerja bakti rutin di seluruh sekolah. Melalui program Jumat Bersih, siswa diajak membangun semangat gotong royong, kemandirian, dan integritas.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Yogyakarta, Yosepha Niken Sasanti, melihat hari pertama sekolah sebagai momen krusial dalam perjalanan pendidikan siswa. Menurutnya, kesan pertama yang menyenangkan sangat penting agar anak merasa nyaman dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

“Transisi dari SD ke SMP itu beragam. Ada yang cepat menyesuaikan, ada yang butuh waktu. Kami tekankan guru dan orang tua memahami anak. Kakak kelas juga harus jadi teman yang baik agar penyesuaian siswa baru berjalan lancar,” jelas Yosepha.

Baca juga  Puisi Hari Anti Korupsi Sedunia 2025, Sesuai Tema Peringatan Tahun Ini

Sekolah Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman

Untuk tahun ajaran 2025/2026, SMPN 1 Yogyakarta menerima 288 murid baru. Dari jumlah itu, 14 siswa merupakan peserta didik jalur afirmasi disabilitas. Pihak sekolah menegaskan bahwa MPLS akan fokus pada penguatan karakter dan pembentukan lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas kekerasan.

Materi MPLS di SMPN 1 Yogyakarta mencakup pencegahan perundungan, bahaya narkotika, judi daring, serta kekerasan jalanan. Semua itu bertujuan menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak.

“Kami ingin semua siswa merasa aman dan dihargai. Sekolah harus jadi rumah kedua yang nyaman untuk mereka belajar dan bertumbuh,” tegas Yosepha.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya