Siapa Ki Ageng Suryomentaram? Filsuf Plato dari Jawa yang Pemikirannya Tetap Relevan di Semua Generasi

Bagikan :
Mengenal Ki Ageng Suryomentaram, filsuf Jawa pencetus Kawruh Jiwa yang ajarannya tentang kebahagiaan masih relevan hingga kini.
Mengenal Ki Ageng Suryomentaram, filsuf Jawa pencetus Kawruh Jiwa yang ajarannya tentang kebahagiaan masih relevan hingga kini.

KabarJawa.com – Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satu tokoh pemikir Jawa yang hingga kini masih dikenang melalui ajaran Kawruh Jiwa atau ilmu tentang memahami diri.

Meski hidup pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, pemikirannya tentang kebahagiaan, emosi, dan kehidupan dinilai tetap relevan di tengah masyarakat modern yang akrab dengan media sosial, tekanan pekerjaan, hingga persoalan kesehatan mental.

Baca juga  Haedar Nashir Terima Bintang LVRI, Ingatkan Banyak Orang Berebut Jadi Penentu Kehidupan Namun Tak Berebut Jadi Pemersatu

Tak sedikit kalangan menjulukinya sebagai “Plato dari Jawa” karena gagasannya yang mendalam mengenai hakikat manusia.

Berbeda dengan filsuf yang mengembangkan teori di ruang akademik, Ki Ageng Suryomentaram membangun pemikirannya dari pengalaman hidup, pengamatan terhadap dirinya sendiri, dan interaksi dengan masyarakat.

Siapa Ki Ageng Suryomentaram?

Ki Ageng Suryomentaram lahir pada 20 Mei 1892 sebagai putra ke-55 Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Ia semula bernama Bendara Raden Mas Kudiarmadji, kemudian bergelar Bendara Pangeran Haryo (BPH) Suryomentaram. Namun, ia memilih meninggalkan kehidupan bangsawan untuk hidup sebagai rakyat biasa.

Keputusan itu berawal ketika ia menyaksikan langsung beratnya kehidupan para petani. Pengalaman tersebut mendorongnya mengembara ke berbagai daerah sambil bekerja sebagai pedagang batik, petani, hingga kuli.

Setelah memperoleh izin dari Sultan Hamengku Buwono VIII, ia menetap sebagai petani di wilayah Bringin, Jawa Tengah, sekaligus mengajarkan Kawruh Begja, yakni ilmu tentang kebahagiaan.

Sepanjang hidupnya, Ki Ageng Suryomentaram meneliti kehidupan batin manusia dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai objek pengamatan.

Hasil perenungannya kemudian dituangkan dalam berbagai tulisan dan ceramah, seperti Pangawikan Pribadi, Kawruh Pamomong, Piageming Gesang, Ilmu Jiwa, dan Aku Iki Wong Apa?

Baca juga  Al Ghazali dan Alyssa Gelar Ngunduh Mantu Bernuansa Jawa Lengkap dengan Reog Ponorogo

Ajaran dan Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram

1. Kebahagiaan tidak ditentukan harta dan jabatan

Menurut Ki Ageng Suryomentaram, kebahagiaan tidak berasal dari kekayaan, jabatan, atau status sosial. Seseorang dapat hidup sederhana tetapi merasa damai, sementara orang yang memiliki segalanya belum tentu merasa bahagia. Kebahagiaan bergantung pada cara seseorang memahami dirinya sendiri, bukan pada apa yang dimilikinya.

2. Keinginan manusia selalu berkembang

Ia memperkenalkan konsep mulur-mungkret, yaitu keinginan manusia yang terus bertambah. Setelah satu keinginan terpenuhi, muncul keinginan lain yang lebih besar. Karena itu, mengejar kepuasan tanpa batas hanya akan membuat seseorang terus merasa kurang.

3. Penderitaan muncul karena keterikatan

Ki Ageng Suryomentaram menilai penderitaan sering kali berasal dari keterikatan terhadap status, pujian, kekayaan, maupun pengakuan orang lain. Ketika semua itu berubah atau hilang, seseorang akan mudah kecewa. Solusinya bukan menolak perasaan tersebut, melainkan memahaminya.

4. Pentingnya mawas diri

Salah satu inti Kawruh Jiwa adalah mawas diri, yakni kemampuan mengamati pikiran, emosi, dan keinginan secara jujur. Pertanyaan yang perlu diajukan bukanlah “siapa yang salah”, melainkan “apa yang sebenarnya sedang saya rasakan”. Sikap ini membantu seseorang memahami dirinya sebelum menyalahkan orang lain.

Baca juga  Turnamen Tekken 8 Meriahkan Karnaval Gadget 4 Agres di Pakuwon Mall Jogja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

5. Tidak diperbudak identitas

Ki Ageng Suryomentaram juga mengenalkan konsep manungsa tanpa tenger, yaitu manusia yang tidak melekat pada label seperti kaya, miskin, pejabat, sarjana, atau bangsawan. Menurutnya, semakin seseorang bergantung pada identitas tersebut, semakin mudah ia tersinggung ketika statusnya berubah.

Mengapa Pemikirannya Selalu Relevan?

Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram dianggap tetap relevan karena membahas persoalan yang selalu dihadapi manusia, seperti rasa iri, takut gagal, keinginan diakui, kecemasan, hingga pencarian kebahagiaan. Masalah-masalah tersebut tidak berubah meskipun zaman terus berkembang.

Di era media sosial, ajarannya bahkan terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fenomena FOMO, overthinking, pencarian validasi, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat dipahami melalui konsep keinginan yang terus berkembang dan keterikatan terhadap pengakuan sosial.

Selain itu, Kawruh Jiwa tidak ditujukan untuk kelompok agama tertentu. Meski lahir dari tradisi Jawa, ajarannya lebih menekankan pada pengenalan diri, pengelolaan emosi, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehingga dapat dipelajari oleh siapa saja.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya